Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label nasionalisme

Nasionalisme

Ketika Nehemia mendengar dari orang sebangsannya bahwa tembok Yerusalem telah roboh dana terbakar maka hatinya sangat sedih dan tersentak serta bertekad untuk membangun kembali tembok yang telah roboh itu. Karena itu, ia meminta surat ijin dari raja Artasasta untuk kembali ke Yerusalem dan membangun tembok yang roboh tersebut. Keinginannya itu disampaikan kepada orang-orang sebangsanya "Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuh an dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela (Nehemia 2:17)." Maksud dari pembangunan tembok itu sangat jelas, agar nama bangsanya dan Tuhan mereka tidak dicela. Selain sebagai keamanan, tembok tersebut adalah simbol harga diri dan martabat suatu bangsa. Mengapa ia ingin kembali membangun tembok itu? Karena ia mengasihi Tuhan dan bangsanya. Kita baru saja merayakan HUT RI ke-71 Tahun. Negara kita adalah negara yang kaya, setidaknya ...

Kapan Anda Benar-benar Merdeka?

  Merdeka adalah hak semua orang, itu sebab di sana sini orang meneriakkan dengan lantang tentang haknya. Kaum LGBT di Eropa telah berhasil memperjuangkan hak mereka. Meski dunia menjadi gempar namun banyak pro dan kontra. Apapun itu sepertinya merdeka untuk saat ini diartikan lebih jauh daripada perjuangan fisik. Orang modern berjuang dengan logika, retorika dan suara lantang. Kini merdeka dipahami dari banyak segi dan sisi, sangat dipengaruh i dengan suara mayoritas; itu sebab yang mayoritas cenderung "bebas" atau "merdeka" untuk menekan bahkan membinasakan yang minoritas. Kini, mereka yang berkuasa dan berjaya seakan merdeka mempergunakan hak dan otoritasnya sehingga tak segan mereka mempergunakan hak dan jabatan untuk menguasai proyek-proyek hijau yang menjadi lahan empuk untuk mencari kepuasan diri, tak peduli rakyat jelata yang menderita. Ketika ada orang benar memimpin kemerdekaan mereka seakan menjadi hilang. Itu sebab, segala sesuatu yang manusia b...