Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pemuridan

Pengabdian kepada Allah

Matius 6:19-24, Suatu koreksi yang baik bagi kehidupan yang kita jalankan dalam keseharian ternyata pilihan pengabdian ada ditangan orang perorangan.  Kita sudah terbiasa memaknai hidup dengan suatu keinginan dan hasrat untuk mencari harta kekayaan.  Segala tujuan, pikiran dan tenaga kita habiskan untuk suatu kesenangan meraih harta yang menurut kita menjadi kekuatan dan modal penting dalam kehidupan.  Sehingga sebetulnya berbagai tumpukan harta demi harta kita mulai kembangkan demi aset perjalanan hidup. Kalau pun itu tidak berbentuk uang, tapi juga bisa berbentuk barang, entah itu rumah, tanah, mobil mewah dan perhiasan yang tak terbilang harganya.  Putaran kehidupan seakan mengisahkan bahwa tak ada orang seperti hidup menjadi kosong dan tanpa arti.  Orang sudah tak lagi memandang harta sebagai kepunyaan yang sebagai alat penunjang dalam kehidupan namun sebagai inti pencapaian yang harus diutamakan.  Di sana mereka menaruh makna, arti, nilai dan keber...

Tuhan berjalan di depan

Keluaran 13:17-22, menuntun kita untuk memahami tentang Allah yang disingkapkan oleh Alkitab.  Bahwa Ia yang telah menuntun umat-Nya keluar dari perbudakan Mesir ternyata bukan Allah yang gampangan sehingga penuh kasih tanpa membentuk umat-Nya tetapi Allah yang serius yang mengasihi mereka dengan cara-Nya yang agung.  Allah tidak menuntun mereka dengan cara yang mudah tetapi juga bukan Allah yang juga sengaja dan senang mempersulit umat-Nya.  Namun tentu disetiap langkah yang dikerjakan-Nya yang baik bagi hidup umat-Nya.  Ia sengaja membawa bangsa Israel berjalan di jalan yang sulit, jalan di mana mereka harus bergumul berhadapan dengan masalah dan peperangan. Allah tidak mau umat-Nya menjadi lembek dan cengeng sehingga mengasihi diri sendiri lalu kembali lagi menatap kepada kehidupan di Mesir. Memang jalan yang paling dekat adalah jalan yang paling menggoda karena melaluinya kita meniti jalan pintas dan mudah.  Namun Allah menuntun mereka dengan jalan yang be...

Disiplin Pikiran

Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran (Efesus 4:17-19). Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya....

Segala Kuasa di Tangan-Nya

Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.  " Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik  jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu . Efesus 4:8-10 Dalam tafsirannya, Wycliffe menjelaskan bahwa  ayat 8 sebetulnya memberitahukan kepada kita tentang “Dia yang menawan apa yang menawan kita dan meniadakan kekuasaan si penawan itu.” Lalu Ia memberikan kepada tiap-tiap orang percaya pemberian-pemberian yang diperlukan bagi mereka. Di dalam beberapa ayat Alkitab, pemberian itu disebutkan dan hal tersebut berkaitan langsung dengan karunia-karunia dari Tuhan kepada tiap-tiap pribadi (1 Korintus 12).  Bagian ini membawa kita menjelajah pada keagungan seorang Pribadi, yaitu Yesus Kristus.  Yang telah menawan kuasa maut dan menganuge...

Pengikut Pilihan

Mengikut Yesus adalah bagian yang sangat penting di dalam kehidupan manusia.  Namun untuk dapat mengikut-Nya ternyata bukan karena kecakapan kita untuk melobinya sehingga kita dipilih oleh-Nya.  Namun semua tergantung penuh pada kemauan dan kehendak-Nya belaka.  Itu sebab saat kita membaca Markus 3:13-19, maka kita bertemu dengan ayat yang sangat agung yaitu "Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya."  Dalam bagian ini maka Alkitab mengingatkan kita bahwa pilihan kita sebagai pengikut-Nya, sejatinya adalah murni karena kemuan-Nya sendiri tanpa pengaruh dari apa pun dan siapa pun.  Ia bahkan sangat berhak untuk menetapkan siapa yang dipilih-Nya dan berapa jumlah orang yang dipilih-Nya.  Jadi penetapan itu menunjukkan tentang otoritas Yesus yang dalam kedaulatan-Nya memilih dan menentukan pengikut-Nya.  Itu sebab kalau kita dipilih-Nya harusnya kita bersyukur dan memuliakan Dia dan melayani-Nya dengan sungguh-sun...

Belajar dari nama Ananias

              Di dalam Kisah Para Rasul, kita dapat menemukan ada 3 pribadi dengan 1 nama yang “kebetulan” sama, yakni Ananias. Awalnya, hal ini membuat bertanya-tanya apa maksud dari alkitab menuliskan 1 nama ini dan digambarkan dengan 3 pribadi.             Pribadi yang digambarkan alkitab yang pertama adalah Ananias yang menipu rasul Petrus dengan tidak menyerahkan hasil penjualan tanah seluruhnya, melainkan menyimpan sebagian hasil penjualan tersebut, sehingga putuslah nyawanya bersama dengan istrinya, Safira. (Kis 5:1-10). Pribadi kedua adalah seorang ahli taurat yang menampar mulut Paulus dalam pengadilan agama, sehingga Paulus berkata kepadanya bahwa Ananias si ahli taurat seperti tembok yang dikapur putih, indah bila dilihat di luar namun buruk di dalam. (Kis:23:1-3). Pribadi yang ketiga adalah Ananias, seorang murid Kristus yang diutus Tuhan untuk berdo...

Makin dekat Tuhan

Ada banyak pandangan rohani yang beredar bahwa semakin kita dekat dengan Tuhan maka kita semakin dilimpahi oleh-Nya dengan berkat kesehatan, materi dan mengalami terobosan di sana sini.  Konsep yang demikian tentu tidaklah sepenuhnya salah, namun dalam realitasnya ternyata kondisi yang terjadi justru terbalik.  Kita melihat gambaran nama tokoh-kokoh besar di dalam Alkitab misalnya, Abraham bukan hidup tanpa masalah.  Kondisi kekurangan makan pernah ia alami sehingga harus mengungsi ke Mesir.  Ia mengalami ujian yang sangat berat karena justru sebagai orang beriman ia belum menimang anak sampai pada usia tuanya.  Apa yang menjadi faktor, karena ia kurang dekat dengan Tuhan? Tentu saja tidak, karena ia adalah orang yang sangat dekat dengan Tuhan sehingga ketika ia diminta untuk mempersembahkan Ishak dengan keberanian yang besar ia mau melakukannya.  Kisah tokoh yang lain adalah Ayub, dalam kalimat pembuka pada pasal pertama Ayub digambarkan sebagai oran...

Kekristenan yang bertumbuh

Pertumbuhan merupakan suatu taget dari kehidupan Kristen.  Ketika seseorang menerima Tuhan Yesus Kristus, maka sejak itulah ia harus mengalami suatu pertumbuhan iman.  Sehingga ada istilah pertumbuhan gereja yang sebetulnya memiliki makna bukan gereja dalam arti bangunan, organisasi atau jumlah kegiatannya tetapi pertumbuhan orang-orang di dalamnya.  Dan itu melingkupi jemaat, pengurus termasuk pelayanan atau hamba Tuhan di dalamnya.  Ketika orang-orangnya banyak dalam kuantitas tetapi tidak bertumbuh dalam kualitas maka sebagai pemimpin gereja saya rasa menjadi sangat perlu bagi gereja untuk segera berbenah diri dan mengarahkan tiap-tiap orang pada pertumbuhan seperti yang Ia kehendaki. Pada siapakah gereja harus bertumbuh? Gereja harus bertumbuh pada pengenalan yang dalam akan Dia, pelayanan yang berfokuskan Dia dan kebanggaan akan Dia.  Bagaimana Kekristenan menghidupi firman Tuhan dalam hidupnya, melayani Dia, hidup benar dalam setiap ruang lingkup ke...

Kekristenan yang berbuah

Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. " Yohanes 15:1-2. Menjadi Kristen bukan hanya sekedar berakar namun harus bertumbuh dan berbuah. Berbuah adalah ciri khas dari Kristen yang sejati. Ia tidak kerdil dan hanya bangga dengan daun yang lebat atau cabang yang banyak. Kebenaran selalu menjadi kekuatan dalam buah yang dihasilkan jadi bukan buah yang palsu atau dibuat-buat. Karena itu setiap kebenaran yang dimunculkan merupakan ciri sang Bapa yang adalah pengusaha itu. Itu sebab pokok anggur tidak boleh dipisahkan dari pengusahanya. Kehidupan pokok anggur sangat bergantung penuh padanya. Dalam hal ini Yesus ingin menyadarkan orang percaya bahwa tanpa pengusaha, pokok anggur tak mungkin menghasilkan buah yang penuh kualitas. Allah meri...

Kekristenan yang Berakar

Menjadi Kristen tentu tidak cukup hanya sekedar datang ke gereja, beribadah, mendengarkan khotbah, memuji Tuhan melalui puji-pujian atau melakukan aktivitas gereja lainnya sehingga kita merasa sudah cukup puas dan nyaman di sana. Namun pertanyaannya adalah apakah kita sudah menjadi orang Kristen yang berakar kuat, sehingga tak kala berbagai masalah, tantangan dan aniaya serta pengajar sesat itu datang kita sudah siap untuk menghadapinya. Berbicara ten tang berakar berarti berbicara tentang kedalam persekutuan pribadi kita dengan Tuhan yang kita percaya. Kita betul-betul mengenal Dia, mengerti firman-Nya dan berjalan seturut kehendak-Nya. Jadi bukan soal berapa banyak aktivitas rohani yang kita ikuti tetapi berbicara seberapa kuatkah kita menikmati persekutuan dengan-Nya di hari-hari hidup kita. Semakin dalam persekutuan kita dengan-Nya itu menjadi semakin lebih baik dan sehat. Iman kita tak sekedar iman yang recehan, di dasarnya saja, namun masuk sampai pada tit...

Siapakah Aku Ini?

Sebuah puisi yang indah dikarang Detrich Bonhoeffer selama ia berada di dalam penahanan penjara Nazi menjelaskan tentang perenungannya yang sangat indah: Siapakah aku? Sering orang, mengatakan aku melangkah dari kurungan penjaraku dengan tenang, dengan gembira, dengan tegap, bagaikan pangeran dari istananya. Siapakah aku? Sering orang mengatakan Aku bicara pada sipir-sipirku dengan bebas, dengan ramah, dengan jelas seolah-oleh perintah ada padauk. Siapakah aku? Orang mengatakan juga aku menjalani hari-hari sial dengan teduh, dengan senyum, dengan bangga, bagaikan orang yang biasa menang. Lalu, sungguh benarkah semua yang dikatakan tentang aku? Atau, kebenaran akan aku hanya kuketahui sendiri: resah dan rapuh serta sakit, bagaikan burung dalam sangkar, sukar bernafas, seolah-olah ada tangan mencekikku, rindu pada warna-warni, pada bunga-bunga, pada kicau burung, haus akan sapaan-sapaan manis, akan keramahtamahan, geram pada kelaliman dan pe...