Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label motivasi

Setuju dengan Kehendak Tuhan

Jadilah padaku karena aku seorang hamba (Lukas 1:38), menjadi point penting bagi seseorang dalam memahami arti kehidupan beriman.  Sebab iman bukan berdasarkan jadilah kehendakku namun harusnya jadilah mau-Mu.  Mau-Mu dan mau si aku seringkali menjadi mau yang tak bisa sejalan.  Padahal tujuan hidup kita harusnya percaya dengan apa yang Tuhan tetapkan. Di dalam membiarkan kehendak-Nya yang jadi maka sebetulnya kita sedang menaklukan kehendak kita di bawah kehendak-Nya yang mulia. Manusia yang telah jatuh dalam dosa cenderung menghambakan diri pada keinginan daging dan berjalan dengan tujuan yang ditetapkan berdasarkan pemahamannya sendiri.  Yang menurutnya baik, itulah yang dianggap sebagai suatu kebenaran.  Yang dianggap lebih masuk akal itulah yang sering dijalankan.  Namun dalam hal ini tentu tak disangka bagaimana datangnya maunya Tuhan pada Maria yaitu ia melahirkan seorang Anak laki-laki yang di namakan Yesus - Mesias Sang Juruselamat. Akal manusia ...

Mengukir Hari bersama Sang Ilahi

Francis dari Assisi adalah seorang santo abad ke-13, selain terkenal karena doanya yang luar biasa maka ia juga terkenal karena gaya hidupnya yang sederhana.  Gema dan getar hidupnya begitu terasa tak hanya pada zamannya namun sampai kepada generasi berikutnya.  Ia mempunyai kasih yang mendalam kepada orang miskin dan memperbaiki banyak kapel Italia yang sudah rusak dan tak layak digunakan lagi. Namun apa yang orang tidak tahu tentang keberadaannya yang lain, yaitu bagaimana ia menghabiskan sebagian besar waktunya. Ternyata waktu yang ia miliki banyak dipergunakan untuk menikmati persekutuan dengan Tuhan di dalam doa. Meskipun dia memiliki masalah mata, perut, limpa dan hati secara serius namun kesempatan mengukir kehidupan bersama Sang Ilahi menjadi sesuatu yang tak pernah terlewatkan. Kebanyakan orang melupakan Tuhan sepanjang hari dan pada malam hari baru mereka datang kepada Tuhan dan meminta-Nya untuk mengingat dan menjaga kehidupan mereka. Di dalam Mazmur 55:18, Pe...

Hidup Kristus, Mati Keuntungan

Puncak dari kehidupan orang Kristen adalah bagaimana dia bisa merasakan kehidupan yang penuh dengan makna saat ia menyerahkan hidupnya di dalam Kristus yang ia percaya.  Kualitas hidup yang dibangun tak sekedar rutinitas atau formalitas namun sungguh suatu kesadaran yang tak mungkin dimiliki oleh orang yang tak pernah mengalaminya.  Dalam konteks ini tentu bukan berarti Paulus sudah bosan hidup dan menderita karena mengikut Kristus yang dipercaya namun dalam semangat keimanan yang dimilikinya maka dia melihat bahwa hidupnya adalah milik Kristus sehingga ia mau menyandarkan hidupnya secara total dan penuh pada pimpinan dan pemeliharaan-Nya.  Hidup adalah Kristus menyingkapkan tentang sebuah semangat pelayanan yang tak pernah padam dengan hal apa pun juga karena keinginannya adalah untuk hidup memberi buah.  Itu sebab ia ingin menjaga kehidupannya sedemikian rupa agar tidak menjadi batu sandungan dan tak terbantahkan oleh lawan. Dalam hal ini maka kalau ada satu oran...

Belajar dari Pegawai Bank

 Seseorang wartawan pernah bertanya kepada seorang kepala manajer sebuah bank ternama di Asia. “Apakah yang anda lakukan kepada pegawai-pegawai anda, sehingga mereka dapat dengan cepat membedakan uang palsu dengan uang asli?” jawab kepala pegawai itu, “saya mengkondisikan mereka untuk lebih sering memegang uang asli dan sama sekali tidak pernah memperbolehkan mereka memegang uang palsu.” Lalu wartawan itu kembali bertanya “mengapa anda lebih sering mengkondisikan mereka memegang uang asli? Bagaimana mereka dapat membedakan uang palsu apabila mereka belum pernah menyentuhnya sama sekali?” jawab kepala manajer itu, “semakin sering mereka memegang uang yang asli akan semakin tajam pemahaman mereka mulai dari tekstur, bentuk, ukuran dan warna uang asli. Sehingga sekali saja mereka merasa sesuatu yang berbeda pada indera perabaannya, mereka akan langsung mengidentifikasi bahwa itu adalah uang palsu. Karena jika mereka diizinkan sekali saja memegang uang palsu, indera perabaan mere...