Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label inspiratif

"Si Nemo terperangkap dalam pukat"

Banyak kisah Alkitab yang memperlihatkan bahwa orang benar masuk penjara.  Mulai dari Daniel, Yusuf, Para Nabi dan Rasul yang bergelut memberitakan kebenaran dengan suara lantang tanpa salah yang mereka lakukan justru dihadapkan pada tuduhan yang tampaknya dipaksakan demikian adanya, seakan-akan mereka melakukannya.  Bahkan Kristus harus diadili sedemikian rupa meski tidak ada hal yang bisa dituduhkan kepada-Nya.  Kisah pilu ini terus berlanjut maklum manusia telah jatuh dalam dosa. Yang salah tetap hidup jaya dan yang benar disingkirkan bila tak mau sedikit kompromi.  Ini realita yang ada, tak usah jauh-jauh kisah yang paling hangat adalah Gubernur DKI Jakarta yang mendapatkan vonisan hakim dengan penjara dua tahun dan langsung ditahan di lapas Cipinang Jakarta Timur.  Hari Selasa, 09 Mei 2017 menjadi saksi yang tak terganti dan akan terus bergema sepanjang sejarah, bahwa "si penista agama" begitu yang dituduhkan kepadanya telah masuk bui jeruji besi denga...

Gereja Diam, Setan Tertawa

Mengapa Setan berpesta dan tertawa gembira? Itu karena gereja lebih memilih diam daripada bertindak nyata. Mungkin kita tak terima dengan pernyataan tersebut namun itulah yang terjadi kursi empuk di dalam gereja dan ac pendingin begitu menyenangkan sehingga orang percaya begitu betah berteduh di dalam ketimbang turun ke jalan menyuarakan dan menghidupi kebenaran. Mother Teresa, William Carey, John Sung, Luther, Calvin, dan masih banyak tokoh Kristen lainnya tidak memilih untuk bersembunyi di dalam realita yang ada namun mereka memiliki sikap yang jelas bahkan tegas sehingga membuat arus tenang menjadi tak senang karena dianggap terlalu berlebihan.  Tapi mereka sadar bahwa mereka harus menggoncang zaman dan tak ingin berada di zona nyaman.  Tak banyak orang yang tertarik karena memang tak betujuan menarik simpatik namun karena hati naruani yang terusik sehingga tak tega dan merasa gerah dengan kesemberautan hidup yang ada.  Karena mereka berjuang apakah laku kemudian m...

Fenomena Ahok

Pagi ini saat melewati balai kota DKI Jakarta saya kagum melihat pemandangan yang agung.  Sederetan bunga terpampang di sepanjang jalan depan balai kota dan monas.  Destinasi wisata yang baru bagi orang-orang dari berbagai daerah karena selama ini hanya melihat dari televisi tetapi kini bisa sekalian jalan-jalan sendiri, bersama teman atau keluarga. Tapi bukan sekedar bunga itu yang membuat orang ingin datang tetapi menarik setiap kata yang ada di bunga papan itu, menceritakan tentang perasaan, makna dan kekaguman warga dari berbagai penjuru kepada Basuki Tjahja Purnama. Kisah itu dimulai ketika kekalahannya melawan Anies-Sandi di pilgub putaran ke dua menurut hitungan berbagai lembaga survei yang ada.  Kekalahan itu menuai simpatik dan rasa kecewa yang mendalam, pasalnya Gubernur yang selama ini telah dikagumi karena memimpin dengan bersih, dengan integritas, berani melawan arus dan memiliki spiritual yang baik, dan berkapasitas untuk memimpin Jakarta ke arah lebih b...

Ketika Kematian itu Datang

Berita duka tentu sudah biasa di dengar oleh telinga kita bahkan mungkin dari antara kita pernah mengalaminya secara pribadi karena orang terdekat yang kita kasihi pergi pulang ke rumah Bapa di surga. Peristiwa itu tentu sangat menyedihkan dan memukul sebab tak semua orang siap dan mampu menahan emosi bahkan memiliki pemahaman yang baik tentang peristiwa yang sedang di hadapi.  Mudah bagi kita untuk memahami kalau orang tersebut mati tua ketimbang mati muda meninggalkan anak, atau suami atau istri, dll.  Namun kita tak punya daya untuk menahan agar kematian itu tak datang meski berbagai hal mungkin sudah kita usahakan agar yang terbaik terjadi. Beberapa waktu lalu saya mendengar 6 orang di kampung saya mati tenggelam karena perahu yang ditumpangi karam menghempas batang pohon di pinggiran sungai.  Dan hari ini seorang rekan dan pelayan Tuhan juga masih ada hubungan saudara dipanggil oleh Dia sang pemilik hidup itu.  Saat kita hidup suatu ke...

✽- Ad Infinitum -✽̈

Pada suatu hari, sekitar pukul tiga sore, Petrus dan Yohanes pergi ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahir sehingga ia harus diusung-usung. Tiap hari, orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang disebut Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang-orang yang masuk ke sana. Ketika orang itu melihat bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia pun meminta sedekah. Petrus berkata kepadanya: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" Hari itu, nama Allah dipermuliakan karena semua orang melihat dengan mata kepala sendiri kalau orang itu menjadi bisa berjalan, bahkan kemudian melompat-lompat sambil memuji Allah. [1] Ketika engkau punya Kristus dalam hidupmu, maka engkau sudah punya segalanya, walau emas dan perak tidak ada padamu. Ketika engkau hanya punya emas dan perak dalam hidupmu, maka sesungguhnya e...

Banjir Karangan Bunga

Suatu fenomena yang luar biasa terjadi di balai kota DKI pasca kekalahan Bp. Basuki Tjahja Purnama dalam Pilkada menurut hitungan cepat berbagai lembaga survei yang ada.  Karangan bunga yang dikirim ke balai kota menyiratkan perasaan para pendukung dan masyarakat yang merasa kecewa dengan kalahnya jagoan mereka saat pertarungan itu.  Alasannya luar biasa, meski kalah tapi menurut mereka Pak Ahok tetap ada di hati karena telah memimpin Jakarta dengan baik; berani melawan preman yang menguasai suatu area tertentu demi kepentingan suatu golongan, berani memangkas anggaran yang tidak perlu, berani melawan pemain lama yang selama ini ongkang-ongkang kaki makan hasil korupsi, berani dikucilkan dan melawan berbagai kejahatan di Ibu Kota yang dilakukan oleh kalangan elit, berani melawan arus yang selama ini dianggap sah-sah saja.  Kehadirannya sungguh telah merubah wajah ibu kota dan menginspirasi banyak tokoh-tokoh politik dan masyarakat secara luas.  Hasilnya kadang ia...

Kain-kain Kotor dipakai-Nya

Dengan kondisi hati yang begitu kotor, adalah anugerah kalau manusia masih tetap dibiarkan hidup sampai dengan hari ini. Yang Maha s uci malah berkenan memakai "kain-kain kotor" ini melayani - Nya. Karena itu, yang sudah terpanggil untuk melayani - Nya hendaklah melakukannya dengan sungguh-sungguh dan setia, seremeh apa pun itu di mata manusia. Bisa diselamatkan adalah anugerah. Bisa melayani adalah anugerah. Bagi mereka yang sudah sungguh-sungguh menyadari ketidakpantasannya menerima anugerah ini, biasanya juga akan bersungguh-sungguh mengerjakan kehendak Allah sebagai amanat; bukan lagi opsi baginya. Sudah tahu tidak pantas diselamatkan, engkau toh tetap diselamatkan. Sekarang sudah diberi amanah, engkau masih berani malas dan lalai mengerjakannya? Yang sudah memulai tidak perlu mencibir yang belum memulai; yang belum memulai tidak perlu berkecil hati terhadap mereka yang sudah berlari. Waktu Tuhan berbeda dengan manusia. Samuel dan Daud dipanggil T...

Kehidupan yang Baru

Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi   sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya   yang sia-sia dan pengertiannya   yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Efesus 4:17-18. Hidup baru merupakan mutu dari kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan. Lama dan baru adalah sebuah istilah yang paling mudah untuk kita dipahami menunjuk pada identifikasi makna dan keberadaan keduanya. Baru dan lama menegaskan tentang status seseorang, sesudah dan sebelumnya.   Maka, saat kita membaca tulisan Paulus pada bagian ini orang percaya dibawa untuk melihat situasi kehidupan terkini sebagai orang yang sudah menerima anugerah penebusan dalam Kristus untuk melihat keberadaan masa lalu yang penuh dengan kekacauan dan hidup dalam kegelapan yang membinasakan. Itu sebab Paulus menghimbau setiap orang percaya di Efesus ...

Produk Dosa

Dosa berarti meleset atau keluar dari sasaran yang Allah kehendaki.  Dosa merupakan produk yang dihasilkan sejak manusia pertama di taman Eden jatuh ke dalam dosa. Ketidaktaatan kepada ketetapan dan kehendak Tuhan telah membawa manusia terpisah dengan Allah sang pencipta yang kemudian tabiat tersebut terus menjalar dari generasi ke generasi. Dosa menghasilkan suatu produk yang pasti yaitu upah dosa adalah maut. Mereka yang sudah mati karena pelanggaran itu hidup aktif di dalam dosa.  Mereka mengikuti jalan dunia ini dan mentaati penguasa kerajaan angkasa, itu yang diungkapkan dalam Efesus 2:1-3.  Maka dapat dikatakan bahwa produk dari dosa adalah menghasilkan dosa terus menerus dan tidak bisa tidak berbuat dosa.  Karena seseorang tidak sanggup melawan dan keluar dari dosa, genggaman dosa itu begitu kuat dan memikat. Sehingga orang dengan sengaja dan rela untuk aktif melakukannya dan tidak pernah merasa bersalah melakukan suatu kejahatan.  Perbuatan baik, ag...

Demi Harga Diri

Harga diri menjadi hal yang tak bisa diremehkan dalam kehidupan sehingga setiap orang berjuang untuk mendapatkannya.  Kalau bisa harga diri kita jangan diinjak-injak, diremehkan dan diabaikan oleh orang lain.  Kita ingin muncul sebagai seseorang yang memiliki harga diri dan orang lain pun dapat mengakuinya.   Pope berkata, "Harga dirilah yang membuat manusia menjadi seseorang, dan orang harusnya menginginkannya; yang lainnya hanyalah kulit atau bagian yang tak penting." Itu sebab kalau orang bekerja dan menghasilkan uang sebanyak-banyaknya tujuannya adalah demi harga diri.  Harga diri menjadi sangat dijunjung tinggi dalam kehidupan sehingga semakin banyaknya harta, banyaknya relasi, banyak properti, banyaknya gaji, banyaknya pujian dan naiknya jabatan maka seiring dengan itu harga diri kita pun seakan makin oke. Yang lain kita kejar, kita raih dan peroleh hanya untuk menjadi pelengkap dan penyedap harga diri kita agar semakin meningkat dan ...

Self Centered or God Centered?

Seorang teman yang berdomisili di Surabaya merasa tergerak mengikuti misi penginjilan mendatang ke pulau Timor. "Persiapan apa saja yang bisa saya lakukan sebelum trip itu?" tanyanya. "Menurut saya, soal teknis bukan hal yang terpenting. Persiapan hati dan pemurnian motivasi yang lebih penting," jawabku. "Dengan teliti dan sungguh-sungguh, engkau harus bertanya kepada hatimu: apakah ini benar-benar api penginjilan atau cuma pupuk untuk kesombonganmu? Sebagai hamba atau hanya sebagai orang yang terlihat rohani? Benar-benar pelayanan atau hanya ajang aktualisasi diri? Untuk memuliakan Allah atau hanya memuliakan diri?" tanyaku. Untuk pertanyaan-pertanyaan seperti ini, hanya hatimu yang tahu jawabannya. Dalamnya lautan bisa diukur, tapi apa isi hatimu hanya Allah dan engkau yang tahu. Karena itu, K ekristenan tidak pernah tertarik melihat aktivitas, nominal, dan statistik; tapi selalu mengenai motivasi hati. Simply , cuma itu yang bera...

"Greater Good" of Humanity

    Auguste Comte berpendapat bahwa setiap manusia memiliki kehendak moral untuk melakukan kebaikan kemanusiaan tertinggi (" greater good" of humanity ).  Ia menyebutnya altruisme. Sebagai sebuah doktrin etis, altruisme bisa dipahami sebagai perbuatan mengutamakan orang lain dibandingkan diri sendiri; kebalikan dari egoisme. Manusia secara alami diyakini punya hasrat dan inisiatif untuk berbuat baik. Namun, Alkitab menyatakan sebaliknya. Comte bisa sampai kepada pemikiran itu karena ia tidak punya kemampuan membaca isi hati manusia. Andai Allah memberimu kemampuan itu, engkau mungkin sudah kehilangan minat kepada manusia; jijik dan muak membaca isi hatinya. Baik itu dosa masa lalu, rahasia tergelap, kemunafikan, niat jahat, iri hati, dengki, maupun kesombongan, tersembunyi dengan baik di sana. Setiap orang berusaha memastikan yang busuk-busuk ini tidak pernah diketahui siapa pun. Tapi, Allah tahu.   Di dalam dimensi waktu, semua pi...

✽̈- Bagaikan Kain Kotor -✽̈

Terlihat baik, belum tentu baik. Terlihat suci, belum tentu suci. Karena itu, tidak ada manusia yang perlu dipuji-puji dan dipuja-puja. Jauh tercium harum, dekat tercium busuk. Kalau cuma bau harum saja yang tercium olehmu saat ini, mungkin engkau belum cukup dekat dengannya sampai busuk-busuknya bisa tercium. Kuasa dosa sudah merasuk terlalu dalam. Baik pikiran,   perkataan, dan perbuatan manusia, tidak ada lagi yang terbebas dari dosa. Karena itu, tidak ada manusia yang pantas dipercaya 100%. "Belum" bukan berarti "tidak akan" . Yesus pernah mengajukan tantangan di depan khalayak ramai, "Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?" [1] Sudah hampir dua ribu tahun berlalu, belum ada satu orang pun yang bisa menemukan dosa - Nya. Allah tidak bisa berbuat dosa; tidak bisa berdusta. Tidak ada manusia, sesuci apapun, yang berani menanyakan hal serupa, karena bukti dosa-dosanya pasti tercecer di mana-man...