Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendalaman Alkitab

Kehidupan yang Baru

Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi   sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya   yang sia-sia dan pengertiannya   yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Efesus 4:17-18. Hidup baru merupakan mutu dari kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan. Lama dan baru adalah sebuah istilah yang paling mudah untuk kita dipahami menunjuk pada identifikasi makna dan keberadaan keduanya. Baru dan lama menegaskan tentang status seseorang, sesudah dan sebelumnya.   Maka, saat kita membaca tulisan Paulus pada bagian ini orang percaya dibawa untuk melihat situasi kehidupan terkini sebagai orang yang sudah menerima anugerah penebusan dalam Kristus untuk melihat keberadaan masa lalu yang penuh dengan kekacauan dan hidup dalam kegelapan yang membinasakan. Itu sebab Paulus menghimbau setiap orang percaya di Efesus ...

1001 Pertanyaan Mengapa?

Dalam hidup kita sebetulnya ada 1001 pertanyaan mengapa tentang kedaulatan Allah dalam penciptaan. Dalam wilayah dan kehendak Pribadi Sang kekal itu maka kita menemukan kedaulatan penuh pada diri Sang Pencipta yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun sebab Allah berdaulat di dalam kemuliaan-Nya. Di dalam ketidaktahuan kita Dia telah menetapkan, telah memikirkan, telah mempunyai kehendak seturut dengan kerelaan kehendak-Nya sendiri. Itu sebab Wahyu 4:11, menyatakan bahwa "...Tuhan telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semua itu ada dan dicipta."  Tanpa interfensi dari pihak mana pun, Ia mutlak penuh mengadakan-Nya. Ia dapat menggunakan cara ini atau cara itu dalam menciptakan; Ia dapat menciptakan sebuah dunia atau sejuta dunia, jadi Dia tidak terbatas kalau pun ternyata Ia hanya menciptakan satu dunia maka itulah keputusan yang terbaik-Nya, dan kita tidak perlu mengaturnya.  Di dalam pemahaman manusia yang terbatas sebagai ciptaan maka kita ti...

Puncak yang Menakutkan

Ketika kamera disetel sedemikian rupa, maka sebenarnya ada satu titik yang menjadi fokus utama dari semua pemandangan yang ada.  Demikian juga dengan peristiwa yang terjadi di Mesir, dengan berulang-ulang tulah di alami orang Mesir maka kita bisa melihat satu titik fokus yang sangat jelas tentang sifat Allah yang tak bisa digeserkan. Tulah yang kesepuluh menjadi peristiwa puncak dan tak terhindarkan.  Itu sebab pesan ini disampaikan dengan jelas dan tegas bahwa Allah akan membunuh seluruh anak sulung orang mesir mulai dari anak sulung manusia sampai anak sulung hewan, mulai dari anak sulung Firaun sampai anak sulung budak perempuan yang paling bawah.  Tuhan menyapu bersih Mesir dengan tulah yang sangat menyedihkan. Saat kita membaca Keluaran 11:1-10, maka kita menemukan bagian-bagian yang sangat di dalamnya.  Dalam firman-Nya kepada Musa bahwa Ia akan mendatangkan satu lagi tulah, satu lagi bukan menunjukkan pada suatu keadaan di mana Allah hanya punya satu t...

Segala Kuasa di Tangan-Nya

Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.  " Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik  jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu . Efesus 4:8-10 Dalam tafsirannya, Wycliffe menjelaskan bahwa  ayat 8 sebetulnya memberitahukan kepada kita tentang “Dia yang menawan apa yang menawan kita dan meniadakan kekuasaan si penawan itu.” Lalu Ia memberikan kepada tiap-tiap orang percaya pemberian-pemberian yang diperlukan bagi mereka. Di dalam beberapa ayat Alkitab, pemberian itu disebutkan dan hal tersebut berkaitan langsung dengan karunia-karunia dari Tuhan kepada tiap-tiap pribadi (1 Korintus 12).  Bagian ini membawa kita menjelajah pada keagungan seorang Pribadi, yaitu Yesus Kristus.  Yang telah menawan kuasa maut dan menganuge...

Pengikut Pilihan

Mengikut Yesus adalah bagian yang sangat penting di dalam kehidupan manusia.  Namun untuk dapat mengikut-Nya ternyata bukan karena kecakapan kita untuk melobinya sehingga kita dipilih oleh-Nya.  Namun semua tergantung penuh pada kemauan dan kehendak-Nya belaka.  Itu sebab saat kita membaca Markus 3:13-19, maka kita bertemu dengan ayat yang sangat agung yaitu "Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya."  Dalam bagian ini maka Alkitab mengingatkan kita bahwa pilihan kita sebagai pengikut-Nya, sejatinya adalah murni karena kemuan-Nya sendiri tanpa pengaruh dari apa pun dan siapa pun.  Ia bahkan sangat berhak untuk menetapkan siapa yang dipilih-Nya dan berapa jumlah orang yang dipilih-Nya.  Jadi penetapan itu menunjukkan tentang otoritas Yesus yang dalam kedaulatan-Nya memilih dan menentukan pengikut-Nya.  Itu sebab kalau kita dipilih-Nya harusnya kita bersyukur dan memuliakan Dia dan melayani-Nya dengan sungguh-sun...

Hidup Kristus, Mati Keuntungan

Puncak dari kehidupan orang Kristen adalah bagaimana dia bisa merasakan kehidupan yang penuh dengan makna saat ia menyerahkan hidupnya di dalam Kristus yang ia percaya.  Kualitas hidup yang dibangun tak sekedar rutinitas atau formalitas namun sungguh suatu kesadaran yang tak mungkin dimiliki oleh orang yang tak pernah mengalaminya.  Dalam konteks ini tentu bukan berarti Paulus sudah bosan hidup dan menderita karena mengikut Kristus yang dipercaya namun dalam semangat keimanan yang dimilikinya maka dia melihat bahwa hidupnya adalah milik Kristus sehingga ia mau menyandarkan hidupnya secara total dan penuh pada pimpinan dan pemeliharaan-Nya.  Hidup adalah Kristus menyingkapkan tentang sebuah semangat pelayanan yang tak pernah padam dengan hal apa pun juga karena keinginannya adalah untuk hidup memberi buah.  Itu sebab ia ingin menjaga kehidupannya sedemikian rupa agar tidak menjadi batu sandungan dan tak terbantahkan oleh lawan. Dalam hal ini maka kalau ada satu oran...

Belajar dari nama Ananias

              Di dalam Kisah Para Rasul, kita dapat menemukan ada 3 pribadi dengan 1 nama yang “kebetulan” sama, yakni Ananias. Awalnya, hal ini membuat bertanya-tanya apa maksud dari alkitab menuliskan 1 nama ini dan digambarkan dengan 3 pribadi.             Pribadi yang digambarkan alkitab yang pertama adalah Ananias yang menipu rasul Petrus dengan tidak menyerahkan hasil penjualan tanah seluruhnya, melainkan menyimpan sebagian hasil penjualan tersebut, sehingga putuslah nyawanya bersama dengan istrinya, Safira. (Kis 5:1-10). Pribadi kedua adalah seorang ahli taurat yang menampar mulut Paulus dalam pengadilan agama, sehingga Paulus berkata kepadanya bahwa Ananias si ahli taurat seperti tembok yang dikapur putih, indah bila dilihat di luar namun buruk di dalam. (Kis:23:1-3). Pribadi yang ketiga adalah Ananias, seorang murid Kristus yang diutus Tuhan untuk berdo...

Keagungan Kehidupan Kristen

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Efesus 4:2 Paulus meminta orang percaya untuk memilki sikap r endah hati, lemah lembut  dan sabar,   k ebajikan-kebajikan ini hanya dapat dihasilkan jika Roh Allah tinggal di dalam diri seseorang . Ke tiganya tentu seringkali berlawanan dengan daging dan bisa jadi menjadi sesuatu yang  sama sekali asing bagi daging kita.  S ayangnya orang Kristen sering menjadi lupa untuk menunjukan kehidupan yang demikian kepada sesama.   Panggilan hidup yang elegan di tengah dunia yang gelap ini perlu diwujud nyatakan di dalam sikap yang benar. Dengan menjadi rendah hati, lemah lembut dan sabar, bukan berarti kita tampil sebagai orang yang lemah dan tak berdaya namun hal ini membuat kita untuk memperlihatkan keagungan dari kehidupan yang sejati. Dunia mengajarkan bahwa bila kita ingin meraih keagungan maka perlu sikap superpower sehingga semua orang menjadi ...

Memelihara Kesatuan

Dan berusahalah memelihara kesatuan   Roh oleh ikatan damai sejahtera:   satu tubuh,   dan satu Roh,   sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,   satu Tuhan,   satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua,   Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.   Efesus 4:3-6 Menjadi suatu hal yang sangat penting ketika berbicara tentang kesatuan. Persatuan adalah kekuatan sementara perpisahan atau perceraian adalah kelemahannya. Namun yang menarik adalah kesatuan orang percaya bukan dilakukan dengan kekuatan usaha manusia namun semata karena karya Kristus di kayu salib. Itu sebab Paulus mengingatkan bahwa perbedaan karunia tidaklah harus menjadi penyebab kerenggangan atau keterpisahan namun kuasa Roh yang telah memberikan karunia itu justru harus menjadi kekuatan yang menyatukan. Memang jebakan yang paling mudah adalah ketika berbeda kita merasa perlu untuk m...

Kasih Tanpa Tembok Pemisah

“Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan.” Efesus 2:13-14 Kehadiran Kristus di dalam dunia membawa suatu perubahan yang sangat radikal.   Apa yang disingkapkan pada kedua ayat di atas memberitahukan kepada kita tentang sebuah penggambaran yang digunakan oleh Paulus menunjuk kepada keberadaan tiap-tiap orang yang sudah berada di dalam Kristus.   Gambaran itu mengenai orang yang tadinya jauh karena terpisah dengan Allah kini karena Kristus menjadi   satu. Dosa telah membawa manusia bukan hanya terpisah dengan Allahnya tetapi juga membawa manusia terpisah dari sesamanya sehingga muncul permusuhan-permusuhan yang dibangun berdasarkan suku, ras, agama dan bangsa.   Itu sebab melihat kenyataan tersebut Paulus ingin mengingatkan bahwa sebagai orang yang sudah ditebu...

Ditebus untuk Pekerjaan Mulia

  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Efesus 2:10 Setelah berbicara tentang manusia berdosa yang mengalami murka Allah dan yang menerima penebusan di dalam Kristus Yesus maka penulis surat Efesus membawa kita untuk masuk pada bagian selanjutnya, yaitu bahwa semua orang yang percaya adalah buatan tangan Allah yang dirancang-Nya untuk melakukan suatu pekerjaan yang baik. Ketika seseorang mengenal Allah, maka pusat perhatiannya sekarang adalah Allah, bukan diri sendiri. Allah telah menjadikan kita tepat seperti yang diinginkan-Nya. Manusia yang dahulu telah tercemar oleh dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Allah tidak dapat menerima dan memakai manusia lama kita yang tercemar itu, dosa telah menawan kehendak dan kehidupan kita agar memberontak terhadap-Nya. Karenanya, kita tanpa daya mengeluarkan diri dari ikatan dosa itu. Meskipun demikian, Alla...

Kasih Karunia-Nya Melimpah-Limpah

“… dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempatbersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkankepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengankebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.” Efesus 2:6-7 Kisah tentang Allah dan perbuatan tangan-Nya mewarnai seluruh perjalanan kehidupan manusia. Tindakan-Nya yang aktif menjumpai dan menyelamatkan manusia dengan kasih-Nya merupakan hal yang sangat istimewa.   Manusia yang dulunya mati karena dosa, kini hidup karena kasih karunia-Nya.   Melalui penebusan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus manusia beroleh kemenangan dari kuasa maut sebab di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga.   Secara tegas dan jelas diberitahukan bahwa ada suatu perpindahan yang sangat indah, yang dulunya di dalam kuasa maut, kini berada bersama-Nya di sorga kekal. Alkitab memberita...