Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kristen

Ketika Kematian itu Datang

Berita duka tentu sudah biasa di dengar oleh telinga kita bahkan mungkin dari antara kita pernah mengalaminya secara pribadi karena orang terdekat yang kita kasihi pergi pulang ke rumah Bapa di surga. Peristiwa itu tentu sangat menyedihkan dan memukul sebab tak semua orang siap dan mampu menahan emosi bahkan memiliki pemahaman yang baik tentang peristiwa yang sedang di hadapi.  Mudah bagi kita untuk memahami kalau orang tersebut mati tua ketimbang mati muda meninggalkan anak, atau suami atau istri, dll.  Namun kita tak punya daya untuk menahan agar kematian itu tak datang meski berbagai hal mungkin sudah kita usahakan agar yang terbaik terjadi. Beberapa waktu lalu saya mendengar 6 orang di kampung saya mati tenggelam karena perahu yang ditumpangi karam menghempas batang pohon di pinggiran sungai.  Dan hari ini seorang rekan dan pelayan Tuhan juga masih ada hubungan saudara dipanggil oleh Dia sang pemilik hidup itu.  Saat kita hidup suatu ke...

“SEDERHANAKAN HIDUPMU”

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10) Berapa banyak orang  hari ini yang mengalami tekanan berat,  stress dan depresi?  SANGAT BANYAK. Di tengah-tengah kemajuan dunia yang luar biasa saat ini justru didapatkan semakin banyak manusia yang hidup dengan tekanan.   Hal ini sangat dimungkinkan terjadi ketika orang-orang memiliki banyak pilihan-pilihan hidup dan mereka terdorong untuk memilih semuanya.   Ditambah lagi dengan tujuan hidup manusia semakin dipengaruhi oleh keadaan jaman ini.  Hedonisme, materialisme dan segala sesuatu yang berpusatkan pada diri manusia itu sendiri.  Keadaan manusia di masa ini, sangat berbahaya namun sedikit yang menyadarinya. Sesungguhnya hal di atas dapat terhindarkan jika kita hidup dengan cara yang sederhana.  Hidup yang sederhana itu didapatkan tatkala mem...

Mengusai lidah

Yakobus 3:1-18 memberitahukan tentang pentingnya bagi tiap orang percaya untuk mengusai lidahnya.  Pepatah berkata, "lidah tak bertulang." Memang itu adanya, ia lentur dan bisa dengan mudah kita menggoyangnya.  Namun dari lidah tanpa kita sadari ternyata kita bisa mengeluarkan racun yang berbisa dan bisa mengeluarkan air sejuk yang menyegarkan.  Ternyata memang meski ia kecil, ia hanya butuh kendali dari si penggunanya. Seorang guru misalnya baiklah menjadi guru yang mempergunakan lidahnya untuk mengajarkan sesuatu yang benar bagi pengikutnya.  Karena bila dia sendiri salah dalam mengajarkan maka dampaknya bukan hanya dirinya sendiri yang tersesat tetapi pengikutnya pun bisa mengalami kesesatan yang menimbulkan kebinasaan.  Itu sebab sebetulnya bukan jabatan gurunya tetapi ajaran gurunya itu bagaimana? Ia bisa menyesatkan namun kalau dipergunakan dengan baik maka ia bisa menjadi pembakar semangat dan alat kemegahan di dalam diri seseorang.  Itu sebab kita...

Cara Hidup Bahagia

Membaca Kisah Para Rasul 4:32-37, tentu menjadi menarik karena kita menemukan suatu kehidupan umat percaya yang telah menerima dampak dari pekerjaan Roh Kudus yang tercurah di hari Pentakosta.  Mereka begitu menyukai pengajaran dan kehidupan mereka menjadi aliran yang menghidupakan bagi sesama sebagai orang percaya.  Meskipun lingkungan di mana mereka berada terus menekan sehingga membuat kehidupan mereka secara ekonomi menjadi semakin sulit dan penuh dengan tantangan karena memang status mereka sebagai pengikut Tuhan. Memang itulah hidup yang harus mereka jalankan.  Namun bukan berarti mereka tidak bisa menikmati bahagia itu karena ternyata bahagia bukan terletak dari luar namun dari dalam hati.  Bukan terletak dari apa yang kamu miliki namun terletak dari apa yang Tuhan beri.  Mungkin Tuhan tidak memberikan mereka uang yang banyak namun mereka diberi hati untuk saling memperhatikan dan peduli satu sama lain.  Sehingga mereka menikmati gelombang hidup ya...

Setuju dengan Kehendak Tuhan

Jadilah padaku karena aku seorang hamba (Lukas 1:38), menjadi point penting bagi seseorang dalam memahami arti kehidupan beriman.  Sebab iman bukan berdasarkan jadilah kehendakku namun harusnya jadilah mau-Mu.  Mau-Mu dan mau si aku seringkali menjadi mau yang tak bisa sejalan.  Padahal tujuan hidup kita harusnya percaya dengan apa yang Tuhan tetapkan. Di dalam membiarkan kehendak-Nya yang jadi maka sebetulnya kita sedang menaklukan kehendak kita di bawah kehendak-Nya yang mulia. Manusia yang telah jatuh dalam dosa cenderung menghambakan diri pada keinginan daging dan berjalan dengan tujuan yang ditetapkan berdasarkan pemahamannya sendiri.  Yang menurutnya baik, itulah yang dianggap sebagai suatu kebenaran.  Yang dianggap lebih masuk akal itulah yang sering dijalankan.  Namun dalam hal ini tentu tak disangka bagaimana datangnya maunya Tuhan pada Maria yaitu ia melahirkan seorang Anak laki-laki yang di namakan Yesus - Mesias Sang Juruselamat. Akal manusia ...