Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label khotbah

Kebenaran yang Memerdekakan

Kebenaran dan kemerdekaan adalah satu hal yang erat dan mengikat satu sama lain.  Bahwa mereka yang memiliki kebenaran mereka itulah yang merdeka sebaliknya mereka yang merdeka merekalah yang memiliki kebenaran. Namun banyak juga yang merasa memiliki kebenaran namun tidak mengalami kemerdekaan. Apa sesuungguhnya yang terjadi? Bahwa orang demikian sebetulnya tidak benar-benar merdeka meski merasa merasa sudah merdeka karena kemerdekaan diperoleh di dalam kebenaran Kristus sebab Dialah sumber kebenaran itu.   Beragama Kristen, menjadi keturunan Abraham, menjadi pelaku Taurat bukan berarti sudah merdeka karena kemerdekaan itu terjadi bila Kristus melakukan kemerdekaan atas hidup kita. Dan inilah yang ungkapkan oleh Yohanes 8:30-36.  Apa sebetulnya yang membuat orang tidak mengalami kemerdekaan yaitu karena mereka sudah terikat dengan dosa.  Ikatan tersebut berusaha mereka lepaskan dengan perbuatan baik, dengan beragama, dengan melakukan hukum moral dan huku...

✽- Ad Infinitum -✽̈

Pada suatu hari, sekitar pukul tiga sore, Petrus dan Yohanes pergi ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahir sehingga ia harus diusung-usung. Tiap hari, orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang disebut Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang-orang yang masuk ke sana. Ketika orang itu melihat bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia pun meminta sedekah. Petrus berkata kepadanya: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" Hari itu, nama Allah dipermuliakan karena semua orang melihat dengan mata kepala sendiri kalau orang itu menjadi bisa berjalan, bahkan kemudian melompat-lompat sambil memuji Allah. [1] Ketika engkau punya Kristus dalam hidupmu, maka engkau sudah punya segalanya, walau emas dan perak tidak ada padamu. Ketika engkau hanya punya emas dan perak dalam hidupmu, maka sesungguhnya e...

Curang Demi Menang

Hanya demi menang maka dalam suatu laga ada orang yang tak sanggup bertanding dengan benar, lalu tak segan-segan berbuat curang terhadap lawan berbagai cara ditempuh agar terlihat unggul dan menempati posisi seperti yang dicari.  Kompetisi yang harusnya dijalani secara wajar dan terhormat harus tercoreng karena permainan dan ambisi sesaat.  Namun Amsal 22:8 berkata bahwa "Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa."  Untuk sesaat kecurangan bisa terlihat menang dan mengalahkan kebenaran namun tanpa sadar sebetulnya orang curang sedang menabur kecurangan dan akan menuai suatu bencana.  Di manakah letak kelemahan orang curang?  Mereka tidak sadar dengan apa yang mereka perbuat.  Tentu sebagai orang percaya kita tidak habis pikir dan tidak menerima kenyataan kenapa kecurangan harus menang? Ini menjadi pertanyaan bagi banyak orang karena mereka bertanding dengan sikap yang tidak terhormat.  Menusuk lawan...

Dia sudah Bangkit!

Lukas 23:56b-24:1-12, Para penggugat tidak menerima suatu fakta yang tertulis di dalam Alkitab sehingga mereka menolak untuk mempercayai dan mengimaninya.   Kematian dan kebangkitan Kristus dianggap sebagai suatu karangan cerita dongeng para penggila Yesus saja.   Mereka yang membiarkan dirinya diombang ambingkan dengan berbagai pandangan dan pengajaran telah dibuat tergelincir dan kehilangan pesan yang sangat penting itu.   Namun kalaimat yang menyentak adalah: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini dan Ia telah bangkit.   Kalimat tersebut di ucapkan oleh malaikat Tuhan kepada para perempuan yang pergi ke kubur untuk merempah-rempahi mayat Yesus. Pagi-pagi benar mereka sudah semangat dan tanpa ragu untuk menuju ke kubur itu.   Ternyata kuasa kebangkitan membawa mereka melihat suatu kenyataan bahwa ternyata apa yang terjadi telah Ia sampaikan kepada mereka pada waktu Ia bersama mereka.   Bahwa Ia akan diserahka...

Kematian-Nya, Kehidupan Kita

Suatu peristiwa yang mengguncang di dalam sejarah hidup manusia bahwa ada seorang Juruselamat yang mau mengalami kematian untuk menyelamatkan manusia. Kematian-Nya banyak disalahpahami oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah bahkan oleh mereka yang menyebut diri ahli Taurat sehingga ketika Ia tergantung di kayu Salib banyak orang mempertanyakan keberadaan-Nya dengan nada sinis, jika Engkau memang Juruselamat selamatkan diri-Mu?   Karena bagi manusia tidak mungkin Sang Juruselamat tergantung di kayu Salib dan mati.   Bagi mereka Yesus harusnya tampil sebagai seorang hero yang melawan kejahatan lalu terlihat secara hebat menjadi seorang pemenang.   Jadi menurut mereka tidak perlu mengalami penyiksaan, olok-olokan, caci-maki, dan penderitaan yang begitu dalam sampai mati dengan di hina di kayu Salib yang seakan terlihat tak berdaya menyelamatkan diri dan pada puncaknya mati tergantung di Salib.  Manusia yang telah jatuh di dalam dosa memang tak bisa memahami pe...

Sudah Selesai!

Yohanes 19:30, ada pesan yang sangat penting dari jeritan Kristus di salib ini, meskipun kalimatnya sangat singkat namun padat dengan makna.   Perkataan salib yang keenam ini merupakan suatu penegasan kepada sejarah umat manusia bahwa di kayu salib itu, Ia sendiri telah berada untuk mengerjakan penebusan dan memproklamirkan bahwa pekerjaan yang Bapa percayakan kepada-Nya sudah selesai dijalani-Nya. Dalam teks bahasa Yunani, ucapan keenam dari Yesus di salib ini menggunakan kata tunggal: Tetelestai! Dan kalimat tersebut diucapkan-Nya dengan suara yang keras. Merupakan teriakan kemenangan bahwa tugas yang Bapa berikan kepada-Nya sekarang sudah lengkap dan sempurna diemban-Nya. Karya pendamaian antara Allah dan manusia telah selesai dan lengkap   dikerjakan-Nya ketika Ia tergantung di salib itu. Kristus telah menyelesaikan semua tututan Allah atas nama orang-orang berdosa.   Sehingga segala tututan Allah ditanggungkan kepada-Nya.   Keadilan Allah sudah dipuaskan da...

Semangat Melayani

Melayani adalah anugerah terbesar dari Tuhan, apa pun bentuknya dan dimana pun ladangnya.  Entah itu di kota besar atau di dalam rimba, semua jiwa berharga dimata-Nya.  Namun pelayanan harus dibangun di atas dasar yang benar.  Bukan demi besar, tenar dan bersinar pelayanan itu namun demi benarnya hidup jemaat dan kuatnya mereka berakar dan bertumbuh di dalam Tuhan. Kini hampir sulit menemukan semangat pelayanan yang murni, semua hampir sudah dibungkus dengan motivasi-motivasi yang ujung-ujungnya kepentingan diri. Itu sebab hari ini saya senang bisa berkunjung ke rumah seorang ibu yang sudah cukup berusia dengan semangat pula nenek tersebut belajar kebenaran firman Tuhan karena itu saya sendiri merasa ini sesuatu hal yang sangat istimewa ternyata masih ada orang yang haus dan rindu belajar kebenaran.  Dari Efesus 1:1-4 saja kami banyak belajar dan menemukan sesuatu yang sangat istimewa.  Dalam prikop tersebut Paulus menjelaskan bahwa kerasulannya adalah k...

Kepenuhan Hidup dalam Kristus

Kata kunci yang sangat penting bagi seorang Kristen adalah apakah ia telah penuh hidup dalam Kristus.  Penuh berarti mengalami secara pribadi, secara total dan berjumpa dengan-Nya secara utuh.  Menjadi Kristen tentu tidak sama dengan beragama Kristen, orang beragama Kristen belum tentu mengalami Tuhan dan berjumpa dengan-Nya secara Pribadi tetapi menjadi Kristen dalam arti sesungguhnya harusnya menghantarkan seseorang untuk tahu persis apa yang dimaksud dengan Kristen sejati.  Dan Paulus dalam Kitab Kolose 2:6-7 dengan tegas mengatakan bahwa sebagai seorang pengikut Kristus maka kamu harusnya telah menerima Kristus Yesus Tuhan kita. Penerimaan itu mendatangkan aspek-aspek yang sangat penting yaitu, bahwa seseorang itu menaruh hidupnya untuk tetap di dalam Dia.  Kata tetap artinya tidak bergeser, tidak berubah dan tidak pernah menyerah. Ketetapan yang kuat dan keputusan yang bulat tentunya karena pertolongan Roh Kuduslah yang memampukan untuk seseorang tetap di dala...

IBU TUHANKU!

Kitab Luk 1:43 merupakan sebuah kejadian menarik. Di sini tertulis “ Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” Hal yang menarik di sini adalah ucapan ini keluar dari seorang Yahudi tulen, istri seorang imam Zakaria, bernama Elizabeth. Elizabeth mengucapkan kalimat ini tepat sesaat setelah Maria mengucapkan salam kepada Elizabeth. Menarik bahwa Maria belum sama sekali memberitahu mengenai kehamilannya pada Elizabeth, namun karena kuasa Roh Kudus, Elizabeth mengetahui bahwa Maria sudah hamil. Hal menarik yang kedua, Elizabeth dan suaminya, Zakaria adalah seorang Yahudi tulen. Seperti layaknya orang Islam, orang Yahudi kala itu sangat percaya dan yakin teguh bahwa Tuhan tidak mempunyai anak dan diperanakkan. Sehingga mustahil mereka mengakui bahwa Allah memiliki anak atau Allah adalah anak dari seseorang. Namun karena kuasa Roh Kudus, hal itu dapat terjadi.             Hal ini tentunya jangan disalahartika...

NASIB GEREJA DI AKHIR ZAMAN (bagian 4)

Jika saat ini Saudara sudah di-lahirbaru-kan, sungguh-sungguh sudah beriman-percaya kepada Yesus Kristus (mengucap dengan mulut, percaya dengan hati), maka masa depan Saudara di akhir zaman ( ordo eschaton ) adalah sebagai berikut: 1) Saudara akan ikut diangkat ke angkasa pada hari Pengangkatan Gereja ( the Rapture ), baik dalam kondisi masih hidup ataupun sudah meninggal. [1] 2) Saudara langsungg dianugerahi tubuh kemuliaan. [2] 3) Saudara akan dihakimi di Takhta Pengadilan Kristus. Bukan untuk dihukum, tapi untuk diberikan upah dan mahkota. [3] 4) Saudara akan berpesta dan bersukacita di Perjamuan Nikah Anak Domba. [4] 5) Saudara tidak akan ikut mengalami masa siksaan (tribulasi) yang akan berlangsung selama tujuh tahun. Ketika seisi dunia sedang disiksa, Saudara sedang berpesta bersama Kristus. [5] 6) Saudara akan ikut mendampingi Kristus waktu kedatangan-Nya yang kedua kali ( the Second Coming ). [6] 7) Saudara akan ikut berperang bersama Kristus melawan si bina...

NASIB GEREJA DI AKHIR ZAMAN (bagian 3)

6) Langit yang baru dan bumi yang baru Langit dan bumi yang kita kenal saat ini akan lenyap. Laut pun sudah tidak ada lagi saat itu. Setelah penghakiman Takhta Putih selesai, Allah kemudian menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru. [1] Yesaya 65:17-18 (AYT) Sesungguhnya, Aku menciptakan langit dan bumi baru, dan hal-hal yang dahulu takkan diingat lagi ataupun timbul di dalam hati. Oleh karena itu, bergembira dan bersukacitalah selama-lamanya dalam apa yang Aku ciptakan ... Mulai dari penghakiman Takhta Putih dan seterusnya, kita sepertinya tidak lagi akan terikat pada dimensi ruang dan waktu. Pernyataan "tidak ditemukan lagi tempat bagi mereka" mengindikasikan itu. [2] Ini tidak mengherankan mengingat Allah saat ini juga berada di luar dimensi ruang dan waktu. Tapi, bagaimana memahami langit yang baru dan bumi yang baru ini tidak terikat oleh dimensi ruang dan waktu? No idea. Kita cuma yakin kalau itu akan terjadi secara harfiah. Tidak mungkin bisa ...