Langsung ke konten utama

Pertolonganku Ialah dari TUHAN

Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?  Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 
Mazmur 121:1-2  

Pengakuan yang jujur terhadap diri sendiri adalah sesuatu yang langka di dalam dunia ini.  Dalam realitanya orang lebih suka membicarakan kelemahan orang lain daripada membicarakan kelemahan diri sendiri. Membicarakan kelebihan-kelebihannya daripada membicarakan kekurangannya. Daud dalam refleksi rohaninya bersama dengan sang khalik, ia membuka dengan jujur pengalaman masa lalunya yang melayangkan pandangannya ke gunung-gunung dengan mengharapkan pertolongan dari sesuatu yang dia pikir dapat diandalkan. Anehnya waktu itu, dia tidak mengharapkan pertolongan dari TUHAN, tetapi mengharapkan pertolongan dari gunung-gunung.  Dalam hal ini gunung-gunung memberikan pengertian sesuatu kekuatan yang dapat diandalkan.  Waktu itu bagi Daud, kekuatan bersumber dari gunung-gunung dan dia sangat mengharapkan pertolongan itu segera datang. Alhasil dia tidak pernah mendapatkan kekuatan dari gunung-gunung tersebut.  Namun inilah yang ia harus akui pada akhirnya, melalui mulutnya sendiri ia katakan, "Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. "  

Dalam kesempatan ini pun saya harus akui juga bahwa saya sering mengharapkan pertolongan dari sesuatu yang saya anggap "gunung-gunung" yang saya pikir bisa diandalkan, dan hasilnya "gunung-gunung" yang saya nantikan untuk memberikan pertolongan tidak pernah kunjung datang.  Dan saya pun menunggu tanpa jawaban sampai pada akhirnya menemukan pengertian bahwa Tuhan Yesuslah sumber pertolongan saya. Dan saya terus mengharapkan dan mengandalkannya setiap saat.

Mungkin anda pernah mengalami keadaan yang sama seperti saya dan Daud melakukan kesalahan yang sama, mari mulai hari ini bulatkan hati dan mulailah mengharapkan pertolongan dari Tuhan setiap saat karena Dialah sumber pertolongan kita yang dapat diandalkan.

Maju terus dalam Tuhan, dan nantikan pertolongan dengan sukacita.  Amin


Oleh: Nikodemus Rindin



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembaharuan Budi

Menjadi suatu proyek yang sangat penting bagi orang Kristen untuk melakukan dan mengalami pembaharuan budi di dalam dirinya sebagai orang yang percaya kepada Kristus sehingga terus bertumbuh dan dibagun di atas dia dengan kokoh.  Roma 12:2, menegaskan bahwa kita hidup, "Jangan menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Suatu kali ada seorang anak laki-laki berusaha untuk membuka kuncup bunga.  Dengan sangat hati-hati ia memegang bunga itu, tetapi akhirnya kelopak-kelopak bunga itu malah hancur di tangannya.  Dengan merasa sangat jengkel, ia memandang ibunya dan bertanya, "Mengapa kuncup bunga ini hancur ketika aku mencoba untuk membukanya?" Terkejut oleh kedalaman pertanyaan anaknya, sang ibu menjadi terdiam.  Kemudian anak laki-laki itu berseru "Oh, saya tahu! Waktu Allah membuka bunga ini, ia membukanya da...

Apakah setelah seseorang mati masih ada pengadilan?

Tanya: Katanya di saat meninggal kita orang beriman dan terpilih langsung naik ke surga seperti halnya penjahat yang sama2 di salib dengan Yesus yang langsung naik ke surga alias gak ada lagi pengadilan? Tetapi di pengakuan iman rasulit tertulis: dan dari sana Ia akan mengadili orang yang hidup dan yang mati? jadi masih ada pengadilan? K alau tidak dapat mahkota, kita jadi apa? Apakah dibuang juga ke lautan api? Jawab:  Menjawab pertanyaan tersebut silahkan baca Pengkhotbah 3:17;11:9;12:14, 2 Timotius 4:1-8 dan 2 Korintus 5:10 serta Yohanes 3:16. Ayat-ayat tersebut memberitahu kita bahwa semua orang akan menghadap tahta pengadilan Allah yang suci.  Orang yang percaya diadili berdasarkan tentang apa yang dikerjakannya selama hidupnya.  Hal ini tidak berbicara tentang apakah dia diselamatkan atau tidak karena setiap orang tebusannya pasti diselamatkan.  Tetapi pengadilan ini dimaksud untuk penentuan pemberian mahkota (2 Tim 4:7-8).  Hal...

Melayani sesuai dengan Karunia

Jika karunia untuk melayani , baiklah kita melayani ; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasehati, baiklah kita menasehati. Roma 12:7,8 Karunia adalah suatu anugerah khusus yang diberikan oleh Allah kepada para pengikut Kristus untuk membangun Jemaat-Nya sehingga mereka boleh menikmati kehidupan yang penuh sukacita, damai sejahtera, serta dapat melakukan peribadatan yang benar kepada Allah dan dapat bertumbuh melaluinya. Di dalam 1 Korintus 12, kita dapat menemukan macam-macam karunia yang Tuhan anugerahkan kepada orang percaya.  Karunia bukanlah menjadi ajang untuk pertunjukan atau ajang pamer kemampuan rohani, tetapi menjadi kesempatan untuk orang percaya memberitakan tentang kemurahan Allah dan kasih-Nya kepada sesama orang percaya dan kepada mereka yang belum percaya. Kita sadar bahwa masing-masing orang memiliki karunia yang berbeda-beda, karena itu sangatlah baik kalau perbedaan karunia menjadi kesempatan untuk saling memperlangkap...