Ketika tengki cinta menjadi kering, maka sapaan, pujian, hadian, perhatian bisa menjadi sesuatu yang tidak memiliki nilai atau arti apapun baginya. Semakin dibiarkan bocor, maka semakin jauhlah suasana hangat dari hubungan antara mereka. Padang tandus menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan, dalam situasi yang demikian dibutuhkan air segar yang dapat menyejukan. Hasilnya tidak dapat menerima cinta, meskipun diberikan dengan tulus dan jujur. Maka dalam hal ini, solusinya adalah seorang pasangan harus mampu saling peduli, saling berbagi, saling memahami dan saling berkomunikasi. Apa yang disuka dan tidak disuka. Apa yang dirasa perlu untuk diubah atau diperbaiki untuk keutuhan cinta bersama. Membangun pemahaman dan kesadaran bahwa pasangan adalah mitra terbaik kita dalam suka dan duka. Ketika yang satu lemah maka yang kuat harus menjadi penolong yang setia. Kelebihannya disyukuri namun kelemahannya dimaklumi dan diperbaiki. Kerjasama sangat dibutuhkan dalam semua aspek, tidak hanya membiarkan dan membebankan yang lainnya. Suami mengasihi istri, sebaliknya istri menghormati suami. Menjaga agar cinta tetap hidup dalam perkawinan adalah usaha yang serius dan merupakan peroyek yang sangat penting dalam berumahtangga. Karena itu kurangi pertikaian, kesalahpahaman, perdebatan, dan kecemburuan yang berlebihan agar tengki cinta tetap utuh.
Tanya: Katanya di saat meninggal kita orang beriman dan terpilih langsung naik ke surga seperti halnya penjahat yang sama2 di salib dengan Yesus yang langsung naik ke surga alias gak ada lagi pengadilan? Tetapi di pengakuan iman rasulit tertulis: dan dari sana Ia akan mengadili orang yang hidup dan yang mati? jadi masih ada pengadilan? K alau tidak dapat mahkota, kita jadi apa? Apakah dibuang juga ke lautan api? Jawab: Menjawab pertanyaan tersebut silahkan baca Pengkhotbah 3:17;11:9;12:14, 2 Timotius 4:1-8 dan 2 Korintus 5:10 serta Yohanes 3:16. Ayat-ayat tersebut memberitahu kita bahwa semua orang akan menghadap tahta pengadilan Allah yang suci. Orang yang percaya diadili berdasarkan tentang apa yang dikerjakannya selama hidupnya. Hal ini tidak berbicara tentang apakah dia diselamatkan atau tidak karena setiap orang tebusannya pasti diselamatkan. Tetapi pengadilan ini dimaksud untuk penentuan pemberian mahkota (2 Tim 4:7-8). Hal...

Komentar
Posting Komentar