Langsung ke konten utama

Pentingnya Orang Kristen Bekerja

Kerja adalah institusi sosial yang telah ditetapkan oleh Tuhan sebelum manusia jatuh di dalam dosa.  Kerja itu meruapakan sesuatu yang baik pada dirinya.  Ketika manusia memposisikan diri sebagai gambar dan rupa Allah, maka melaluinya akan mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan. Namun apa yang terjadi pada manusia jatuh di dalam dosa? John Calvin berkata bahwa dosa mendatangkan kehancuran total pada setiap aspek kehidupan manusia termasuk, kerja.  Ketika manusia telah jatuh, maka Allah berkata bahwa manusia akan bersusah payah mengusahakan kebutuhan hidupnya melalui kerja (Kej.3).  Sehingga kerja itu mendatangkan dampak dan keamanan secara langsung pada kebutuhan hidup sehari-hari.  Namun apa respon manusia? Ada yang merasa bahwa mereka bisa hidup tanpa bekerja dan berpeluh serta bersusah payah.  Manusia berusaha untuk menantang ketetapan Tuhan. Tanpa bekerja merasa bisa hidup.  Di negara tertentu seseorang yang tidak bekerja, mereka mendapatkan sosial security; gaji diberikan setiap bulan dan keluarga serta hidup seseorang dijamin oleh pemerintah.  Tapi ada ekstrim lain, yaitu ada orang yang merasa tidak bisa hidup tanpa bekerja.  Jadi kerja baginya telah menjadi dewa atau Tuhan yang tidak bisa dilepaskan.  Hidup baginya adalah untuk bekerja semata.  Tanpa bekerja dia tidak bisa hidup dan bekerja itu dianggap menjadi sesuatu yang menghidupi hidup manusia. Ada orang sebetulnya tanpa bekerja ia masih bisa hidup, namun karena demi mengejar keberhasilan, kehormatan dan keinginan serta status sosial yang begitu tinggi hingga membuat seseorang tergila-gila bekerja. 

Ketika kita masuk pada jaman Medieval Katolik maka manusia memahami bekerja sesungguhnya dianggap sebagai suatu kebutuhan saja.  Namun berdoa dianggap lebih penting daripada bekerja.  Itu sebab pada jaman itu, ketika sesorang menjadi imam sangat dihormati, tetapi kalau seseorang menjadi bisnis man, pengawai pemerintahan atau pengusaha ia dihina, pada masa itu.  Namun Pada jaman Luther, ia berkata bahwa manusia tidak cukup hanya berdoa tetapi juga perlu bekerja.  Tetapi pada jaman Calvin, maka ia berkata bahwa bekerja adalah ibadah.  Ini menjadi pembawa terobosan yang luar biasa di dalam sejarah kekristenan. Itu sebab mengapa negara-negara protestan di eropa lebih maju karena menganggap bekerja Allah panggilan hidup sebagai orang percaya.  Itu sebab penting sekali bagi kita bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari atau keuntungan belaka namun penting bagi kita bagaimana bersikap terhadap perkajaan agar melalui apa yang kita kerjakan nama-Nya dipermuliakan.  Karena itu carilah pekerjaan berdasarkan pimpinan Tuhan agar yang kita kerjakan sungguh berkenan kepada-Nya.  

Sebagai orang Kristen kita bukan hanya perlu beribadah melalui pekerjaan namun kita juga perlu menampilkan kepada dunia jenis dan cara kerja yang baik dan yang bekerkenan kepada Tuhan. Menunjukkan kerajinan, kejujuran, kecerdasan dan sikap yang takut akan Tuhan.  Dunia luar sana mungkin tidak akan pernah masuk ke dalam gereja untuk mendengarkan khotbah tetapi mereka melihat kehidupan kita setiap hari di luar gereja, hidup kitalah yang harus merupakan khotbah-khotbah untuk memenangkan mereka bagi Kristus. Kiranya ditempat kerja kita, kita dapat mengalirkan kasih Tuhan dan menjadi dampak yang mewarani lingkungan kerja.  Sehingga melaluinya nama Tuhan dimuliakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembaharuan Budi

Menjadi suatu proyek yang sangat penting bagi orang Kristen untuk melakukan dan mengalami pembaharuan budi di dalam dirinya sebagai orang yang percaya kepada Kristus sehingga terus bertumbuh dan dibagun di atas dia dengan kokoh.  Roma 12:2, menegaskan bahwa kita hidup, "Jangan menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Suatu kali ada seorang anak laki-laki berusaha untuk membuka kuncup bunga.  Dengan sangat hati-hati ia memegang bunga itu, tetapi akhirnya kelopak-kelopak bunga itu malah hancur di tangannya.  Dengan merasa sangat jengkel, ia memandang ibunya dan bertanya, "Mengapa kuncup bunga ini hancur ketika aku mencoba untuk membukanya?" Terkejut oleh kedalaman pertanyaan anaknya, sang ibu menjadi terdiam.  Kemudian anak laki-laki itu berseru "Oh, saya tahu! Waktu Allah membuka bunga ini, ia membukanya da...

Apakah setelah seseorang mati masih ada pengadilan?

Tanya: Katanya di saat meninggal kita orang beriman dan terpilih langsung naik ke surga seperti halnya penjahat yang sama2 di salib dengan Yesus yang langsung naik ke surga alias gak ada lagi pengadilan? Tetapi di pengakuan iman rasulit tertulis: dan dari sana Ia akan mengadili orang yang hidup dan yang mati? jadi masih ada pengadilan? K alau tidak dapat mahkota, kita jadi apa? Apakah dibuang juga ke lautan api? Jawab:  Menjawab pertanyaan tersebut silahkan baca Pengkhotbah 3:17;11:9;12:14, 2 Timotius 4:1-8 dan 2 Korintus 5:10 serta Yohanes 3:16. Ayat-ayat tersebut memberitahu kita bahwa semua orang akan menghadap tahta pengadilan Allah yang suci.  Orang yang percaya diadili berdasarkan tentang apa yang dikerjakannya selama hidupnya.  Hal ini tidak berbicara tentang apakah dia diselamatkan atau tidak karena setiap orang tebusannya pasti diselamatkan.  Tetapi pengadilan ini dimaksud untuk penentuan pemberian mahkota (2 Tim 4:7-8).  Hal...

Melayani sesuai dengan Karunia

Jika karunia untuk melayani , baiklah kita melayani ; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasehati, baiklah kita menasehati. Roma 12:7,8 Karunia adalah suatu anugerah khusus yang diberikan oleh Allah kepada para pengikut Kristus untuk membangun Jemaat-Nya sehingga mereka boleh menikmati kehidupan yang penuh sukacita, damai sejahtera, serta dapat melakukan peribadatan yang benar kepada Allah dan dapat bertumbuh melaluinya. Di dalam 1 Korintus 12, kita dapat menemukan macam-macam karunia yang Tuhan anugerahkan kepada orang percaya.  Karunia bukanlah menjadi ajang untuk pertunjukan atau ajang pamer kemampuan rohani, tetapi menjadi kesempatan untuk orang percaya memberitakan tentang kemurahan Allah dan kasih-Nya kepada sesama orang percaya dan kepada mereka yang belum percaya. Kita sadar bahwa masing-masing orang memiliki karunia yang berbeda-beda, karena itu sangatlah baik kalau perbedaan karunia menjadi kesempatan untuk saling memperlangkap...