Langsung ke konten utama

Mengapa kita di surga berbentuk roh?

Tanya: 
 
Kita dibentuk serupa dan segambar dengan Allah: berarti Allah secara roh dan juga fisik sama seperti kita, benarkah? tetapi mengapa, nanti kita dialam baka berbentuk roh?
Jawab: 
 
Di dalam Kitab Kejadian 1:27 dikatakan bahwa kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah.  Adam tidak serupa dengan Allah dalam arti memiliki darah dan daging. Alkitab berkata bahwa “Allah itu Roh” (Yohanes 4:24) dan karena itu memiliki keberadaan tanpa tubuh. Namun, tubuh Adam mencerminkan hidup Allah karena diciptakan dengan kesehatan yang sempurna dan tidak tunduk kepada kematian.

Gambar Allah menunjuk pada bagian non-material dari manusia. Hal ini membedakan manusia dari binatang dan memampukan manusia mengemban “kekuasaan,” sebagaimana direncanakan Allah (Kejadian 1:28), dan memampukan manusia berkomunikasi dengan PenciptaNya. Keserupaan ini termasuk dalam hal mental, moral dan sosial. Secara mental, manusia diciptakan sebagai makhluk yang rasional dan berkehendak – dengan kata lain, manusia dapat menggunakan pikirannya dan bisa memilih.
Manusia tercipta dari tanah atau debu tanah, pada waktunya tubuh fisik akan kembali ke asalnya.  Namun roh manusia akan kembali kepada penciptanya.  Tubuh jasmani bersifat sementara adanya sementara roh bersifat kekal adanya. Pengkhotbah 12:7, bekata, "
dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.Di dalam baka kita berbentuk roh karena tubuh jasmani kita akan habis dan lenya tidak bersifat kekal, hanya roh kita sajalah yang bersifat kekal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah setelah seseorang mati masih ada pengadilan?

Tanya: Katanya di saat meninggal kita orang beriman dan terpilih langsung naik ke surga seperti halnya penjahat yang sama2 di salib dengan Yesus yang langsung naik ke surga alias gak ada lagi pengadilan? Tetapi di pengakuan iman rasulit tertulis: dan dari sana Ia akan mengadili orang yang hidup dan yang mati? jadi masih ada pengadilan? K alau tidak dapat mahkota, kita jadi apa? Apakah dibuang juga ke lautan api? Jawab:  Menjawab pertanyaan tersebut silahkan baca Pengkhotbah 3:17;11:9;12:14, 2 Timotius 4:1-8 dan 2 Korintus 5:10 serta Yohanes 3:16. Ayat-ayat tersebut memberitahu kita bahwa semua orang akan menghadap tahta pengadilan Allah yang suci.  Orang yang percaya diadili berdasarkan tentang apa yang dikerjakannya selama hidupnya.  Hal ini tidak berbicara tentang apakah dia diselamatkan atau tidak karena setiap orang tebusannya pasti diselamatkan.  Tetapi pengadilan ini dimaksud untuk penentuan pemberian mahkota (2 Tim 4:7-8).  Hal...

Pembaharuan Budi

Menjadi suatu proyek yang sangat penting bagi orang Kristen untuk melakukan dan mengalami pembaharuan budi di dalam dirinya sebagai orang yang percaya kepada Kristus sehingga terus bertumbuh dan dibagun di atas dia dengan kokoh.  Roma 12:2, menegaskan bahwa kita hidup, "Jangan menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Suatu kali ada seorang anak laki-laki berusaha untuk membuka kuncup bunga.  Dengan sangat hati-hati ia memegang bunga itu, tetapi akhirnya kelopak-kelopak bunga itu malah hancur di tangannya.  Dengan merasa sangat jengkel, ia memandang ibunya dan bertanya, "Mengapa kuncup bunga ini hancur ketika aku mencoba untuk membukanya?" Terkejut oleh kedalaman pertanyaan anaknya, sang ibu menjadi terdiam.  Kemudian anak laki-laki itu berseru "Oh, saya tahu! Waktu Allah membuka bunga ini, ia membukanya da...

Melayani sesuai dengan Karunia

Jika karunia untuk melayani , baiklah kita melayani ; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasehati, baiklah kita menasehati. Roma 12:7,8 Karunia adalah suatu anugerah khusus yang diberikan oleh Allah kepada para pengikut Kristus untuk membangun Jemaat-Nya sehingga mereka boleh menikmati kehidupan yang penuh sukacita, damai sejahtera, serta dapat melakukan peribadatan yang benar kepada Allah dan dapat bertumbuh melaluinya. Di dalam 1 Korintus 12, kita dapat menemukan macam-macam karunia yang Tuhan anugerahkan kepada orang percaya.  Karunia bukanlah menjadi ajang untuk pertunjukan atau ajang pamer kemampuan rohani, tetapi menjadi kesempatan untuk orang percaya memberitakan tentang kemurahan Allah dan kasih-Nya kepada sesama orang percaya dan kepada mereka yang belum percaya. Kita sadar bahwa masing-masing orang memiliki karunia yang berbeda-beda, karena itu sangatlah baik kalau perbedaan karunia menjadi kesempatan untuk saling memperlangkap...