Langsung ke konten utama

Warna Kehidupan

Suatu ketika saya melayani di Persekutuan Wanita, tentu merupakan pengalaman yang sangat indah bisa berjumpa dengan ibu-ibu yang sangat antusias dalam bersekutu.  Mereka tak hanya menyisihkan waktunya disela-sela kesibukan rumah tangganya namun mereka juga memberikan waktu untuk komitmen memberi waktu untuk bersekutu, berpuasa dan melakukan pelayanan sosial kepada mereka yang membutuhkan.  Sehingga mereka memasak khusus untuk dibagikan dan itu mereka lakukan dengan penuh rela dan sukacita. Saya sempat bercakap-cakap dengan ketua kelompok dari persekutuan tersebut dan saya berkata bahwa pelayanan seperti ini bagus dan dinamis sehingga kita bisa lebih banyak melibatkan jemaat dan orang-orang yang sebeban dalam pelayanan. Dan saya rasa inilah persekutuan yang hidup, seseorang tidak hanya bertumbuh ke atas, atau kebawah tetapi seseorang juga bertumbuh kesamping, dalam relasi yang sehat kepada sesama.

Menariknya lagi adalah mereka bisa membagikan suatu kesaksian yang sangat menguatkan menyangkut persoalan sehari-hari dan itu di alami secara nyata dalam kehidupan keluarga dan dirinya.  Ada yang bercerita tentang masalah anaknya yang hendak bercerai dengan suaminya.  Ada juga yang berbicara tentang penyakit yang dialami kemudian karena vonis dokter maka merasa ada suatu ketakutan serta rasa sedih.  Ada juga yang mengalami sakit yang membuatnya kini lumpuh, dulu setumpuk harapan dan cita-cita ia telah bangun tetapi karena sakitnya itu maka seakan semuanya itu menjadi terhempas.  Akibatnya merasa ada suatu kekecewaan kepada Tuhan, marah kepada dunia sekitar dan tidak menerima diri sendiri. Namun menarik pada titik kesimpulan mereka menyadari penuh bahwa ternyata hidup mengikut Tuhan dan melayani-Nya tidak selalu baik-baik saja alias jalan mulus tanpa suatu kesulitan namun warna-warni perjalanan dengan Tuhan justru suatu hal yang menyenangkan.

Karena itu, menurut saya bahwa setiap orang tidak perlu iri dengan suatu keadaan sukses, kaya, dan sehat yang dimiliki orang lain.  Demikian ketika kita melihat pergumulan, kesusahan dan penderitaan orang lain maka kita tidak boleh menepuk dada dan merasa bangga kemudian menghina mereka seakan kitalah orang yang paling mujur sementara mereka semua orang yang paling malang.  Sebab ternyata kepada masing-masing orang Tuhan menaruh kelebihan yang harusnya disyukuri serta kekurangan yang membuat kita perlu bergantung penuh pada Sang Penjunan. Di dalam kelebihan kita bisa memuliakan Tuhan namun di dalam kekurangan kita, kita bisa menjadi saluran berkat kekuatan bagi sesama. Allah mengukir masing-masing kita secara unik dan sangat spesial, itu sebab ketika Ia mengukir kita dengan suatu warna maka itu sangat sempurna di matanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembaharuan Budi

Menjadi suatu proyek yang sangat penting bagi orang Kristen untuk melakukan dan mengalami pembaharuan budi di dalam dirinya sebagai orang yang percaya kepada Kristus sehingga terus bertumbuh dan dibagun di atas dia dengan kokoh.  Roma 12:2, menegaskan bahwa kita hidup, "Jangan menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Suatu kali ada seorang anak laki-laki berusaha untuk membuka kuncup bunga.  Dengan sangat hati-hati ia memegang bunga itu, tetapi akhirnya kelopak-kelopak bunga itu malah hancur di tangannya.  Dengan merasa sangat jengkel, ia memandang ibunya dan bertanya, "Mengapa kuncup bunga ini hancur ketika aku mencoba untuk membukanya?" Terkejut oleh kedalaman pertanyaan anaknya, sang ibu menjadi terdiam.  Kemudian anak laki-laki itu berseru "Oh, saya tahu! Waktu Allah membuka bunga ini, ia membukanya da...

Melayani sesuai dengan Karunia

Jika karunia untuk melayani , baiklah kita melayani ; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasehati, baiklah kita menasehati. Roma 12:7,8 Karunia adalah suatu anugerah khusus yang diberikan oleh Allah kepada para pengikut Kristus untuk membangun Jemaat-Nya sehingga mereka boleh menikmati kehidupan yang penuh sukacita, damai sejahtera, serta dapat melakukan peribadatan yang benar kepada Allah dan dapat bertumbuh melaluinya. Di dalam 1 Korintus 12, kita dapat menemukan macam-macam karunia yang Tuhan anugerahkan kepada orang percaya.  Karunia bukanlah menjadi ajang untuk pertunjukan atau ajang pamer kemampuan rohani, tetapi menjadi kesempatan untuk orang percaya memberitakan tentang kemurahan Allah dan kasih-Nya kepada sesama orang percaya dan kepada mereka yang belum percaya. Kita sadar bahwa masing-masing orang memiliki karunia yang berbeda-beda, karena itu sangatlah baik kalau perbedaan karunia menjadi kesempatan untuk saling memperlangkap...

Pendiri Operation Mobilization, George Verwer

Geoger Verwer lahir pada   3 Juli, 1938 dan ia adalah seorang pendiri Lembaga yang kita kenal sebagai Operation Mobilization (OM), sebuah organisasi misi Kristen. Verwer telah menulis beberapa buku tentang berbagai tema Kristen. Dia adalah pendukung gigih pemuridan radikal sebagai satu-satunya pilihan yang sah bagi orang-orang yang percaya pada Yesus. Verwer mengenal kekristenan melalui tetangganya, Dorothea Clapp, yang memberinya Injil Yohanes yang kemudian membuatnya mengambil suatu komitmen secara pribadi kepada Kristus, dan mengarahkan hidupnya sepenuhnya kepada-Nya. Suatu ketika saat di Sekolah Tinggi Ramsey di Ramsey, New Jersey, ia pergi ke sebuah pertemuan Jack Wyrtzen di mana Billy Graham berbicara di Madison Square Garden, di New York City. Melaluinya ia bertobat menjadi Kristen, pada usia 16 tahun . Dan dalam setahun, sekitar 200 dari teman-teman sekelasnya menjadi Kristen. Dia memiliki keyakinan yang kuat untuk menginjili di tanah asing. Dia mulai dengan dist...