Langsung ke konten utama

Postingan

Campur tangan Allah

Alexander Whyte dalam khotbah sulung pentahbisannya pernah mengatakan bahwa “sepanjang masa Allah telah mempersiapkan seseorang bagi jemaatnya dan jemaat itu bagi seseorang tersebut.   Dan tepat pada saat yang ditentukan keduanya dipertemukan-Nya.”   Ini merupakan kalimat yang sangat luar biasa bahwa Allah mengutus setiap orang ke dalam dunia untuk turut berperan dalam karya-Nya sesuai kehendak-Nya.   Peran itu bisa besar dan bisa juga kecil.   Peranan itu bisa saja sesuatu yang akan diketahui oleh seluruh dunia, tetapi bisa juga sesuatu yang hanya akan diketahui oleh beberapa orang saja.   Tidak penting diketahui oleh banyak orang atau tidak, tetapi penting siapa yang berperan dan apa perannya tetapi yang lebih penting adalah siapa yang menjadikan orang itu berperan. Galatia 1:11-17, merupakan penegasan dari Rasul Paulus bahwa   injil yang diberitakannya bukanlah injil karangan manusia karena memang ia menerima injil itu murni melalui penyataan Y...

Menaruh Harapan Pada Kristus

“Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya.  supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.” Efesus 1:11-12 Paulus memberikan ulasan tentang pentingnya kemurahan Allah bagi setiap orang yang percaya.  Kemurahan Allah membawa perubahan di dalam hidup seseorang,  yang tadinya  ia berada di luar Kristus, mengerjakan hukum dosa kini posisinya telah berada “di dalam Kristus” mengerjakan kehendak Allah.  Di dalam Kristus seseorang menjadi ciptaan baru, yang lama telah berlalu sesungguhnya yang baru telah datang.  Yang dulunya self oriented kini menjadi God oriented.  Jadi jelas sekali adanya perubahan hidup yang dinampakkan.  Bukan hanya sekedar menaruh diri di dalam Kr...

Pengampunan Dosa

Efesus 1:7-8 Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah (1 Yoh. 3:4).   Alkitab dengan tegas memberitahukan bahwa upah dosa ialah maut.   Sebab dosa mendatangkan murka Allah bagi orang-orang durhaka.   Di dalam Kristus manusia yang berdosa memperoleh berita penebusan dan pengampunan.   Ini adalah berita sukacita yang besar bagi dunia.   Tak ada berita lain yang paling menyenangkan selain dari berita tentang pengampunan dosa.   Sebab menurut Paulus, sebetulnya tanpa Kristus kita ada dalam keadaan mati karena dosa dan pelanggaran, tetapi Allah di dalam kasih dan karunia-Nya membuat kita hidup kembali dalam Kristus.   Dalam kasih-Nya,   Bapa rela menganugerahkan Anak-Nya yang Tunggal untuk menanggung dosa supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16). Pengampunan dosa yang Ia berikan memimpin kita ke dalam hidup yang baru di dalam Yesus Kristus dan ke dalam hidup yang berkel...

Terpilih bagi Allah

Efesus 1:3-4 Dalam bagian yang kita pelajari ini, Paulus membawa kita untuk menatap keagungan pilihan Allah terhadap orang percaya.  Keagungan itu dimulai dari kesadaran yang dalam akan pemilihan itu.  Bahwa pemilihan itu bersumber daripada Allah sendiri yang di dalam kemutlakan-Nya telah memilih manusia untuk diselamatkan.  Allah memilih manusia, ini merupakan suatu berita sukacita dan sekaligus keajaiban yang tak terhingga sehingga hati  Paulus langsung mengangkat pujian kepada Allah dan Bapa kita Yesus Kristus yang telah memilihnya.  Pemilihan Allah tentu berdasarkan kehendak dan kerelaan-Nya sendiri yang tidak terpengaruh oleh sesuatu yang berada di luar diri-Nya.  Fakta bahwa pemilihan-Nya itu adalah mutlak memang tak bisa dibantah karena Yesus pun pernah berkata, “bukan kamu yang memilih Aku tetapi Akulah yang memilih kamu” (Yoh. 15:16).  Dan Paulus kagum akan pemilihan Allah atas dirinya.  Pemilihan Allah disertai dengan berkat ro...

Diselamatkan Karena Kristus (Seri Eskposisi Kitab Efesus)

Efesus 2:1-10 Pada bagian ini Paulus menyingkapkan realitas kehidupan yang dijalani oleh orang-orang Efesus sebelum mereka mengenal Kristus. Dulu mereka hidup dalam pelanggaran demi pelanggaran dan dosa demi dosa tetapi karena sekarang mereka telah menerima Yesus Kristus maka seharusnya mereka mematikan tabiat dosa dan mengikuti pimpinan Bapa di surga.   Penguasa kerajaan angkasa dan dunia ini tidak pernah berhenti dan terus berusaha menyeret mereka untuk mengikuti jalan dunia ini.   Namun Paulus juga secara jujur membongkar kehidupannya yang dulu, saat masih terikat dengan kehidupan yang dijalani dengan nafsu semu, kehendak daging dan pikiran jahat. Mereka adalah orang-orang yang tidak layak dihadapan Allah dan lebih pantas dimurkai.   Murka itu setara dengan ketegasan Allah atas pelanggaran manusia, yaitu maut.   Sebab upah dosa adalah maut (Roma 6:23).   Tak ada satu pun manusia yang bisa bebas dari maut dan tidak ada seorang pun yang bisa menghenti...