Langsung ke konten utama

Postingan

Ciptaan Baru

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 2 Korintus 5:17 Pada hari ini, salah seorang teman bertanya kepada saya tentang sesuatu yang sangat luar biasa dan pertanyaan tersebut sungguh mengejutkan saya, "Pak bagaimana caranya saya bisa mempunyai kedewasaan rohani?".  Saya tentu memahami dan mengerti bahwa teman saya menanyakan pertanyaan tersebut karena dia sangat rindu bertumbuh secara rohani di dalam Kristus. Karena keseriusannya dan kerinduannya mendapatkan jawaban, maka berdasarkan 2 Korintus 5:17 saya menjelaskan bahwa kedewasaan rohani kita tidak diukur dari berapa usia yang kita miliki.  Dan tidak juga diukur dari berapa banyak kita beribadah, berdoa, membacara Alkitab dan memahami Firman Tuhan, bahkan juga tidak diukur dari isi khotbah kita (seberapa hebat kita memberikan penjelasan Firman Tuhan kepada orang lain). Tetapi berdasarkan Firman Tuhan saya menjelaskan bahwa kedewas...

Hati Yang Gembira adalah Obat

Amsal 17:22 Banyak penyakit yang tidak bisa disembuhkan hanya melalui obat dari dokter.   Tetapi hati yang gembira rupanya   sangat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.   Saya sangat sedih memperhatikan kehidupan orang-orang yang selalu diwarnai dengan kemurungan, kemarahan, kekhawatiran, keluhan dan kekecewaan.   Akitabnya mereka tidak pernah bisa bergembira dan tidak menikmati hari-hari yang mereka jalani.   Coba perhatikan ayat yang kita baca kali ini, Alkitab mengajak kita untuk menaruh kegembiraan di hati dalam kita.   Sebab dari hati yang gembiralah kita mendapatkan kekuatan yang baru untuk melangkah keluar dari kemurungan, kemarahan, kekecewaan dan kekhawatiran kita.   Mari sandarkan kegembiraan kita kepada Tuhan Yesus sehingga kegembiraan kita menjadi kegembiraan yang mengubah hidup kita.    Putuskan pada hari ini ketika kita melakukan pekerjaan, hidup di tengah-tengah keluarga kita, menghadapi berbagai...

Apa Kata Alkitab Tentang Perceraian?

Maleakhi 2:16a; Matius 19:6 Salah satu hal yang mengganggu pikiran saya hari-hari ini adalah tentang perceraian.   Alkitab memberikan kita banyak ayat yang berbicara tentang hal tersebut, beberapa ayat bisa kita perhatikan di dalam PL dikatakan “Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel.” Maleakhi 2:16a dan di dalam PB dikatakan “ Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Matius 19:6).   Kedua ayat tersebut sama-sama berbicara tentang perceraian dan memiliki sikap yang sama, yaitu memberikan penjelasan bahwa Allah adalah pemersatu dari pernikahan yang dibangun oleh manusia dan Allah tidak mengijinkan atau menyetujui manusia untuk bercerai.   Bahkan Ia membenci perceraian itu.   Tetapi karena manusia tegar hati, manusia cenderung memilih untuk bercerai.     Saya sangat sedih mendengar kabar ada beberapa keluarga yang saya kenal mem...

Belajar Rendah Hati

Belajarlah kepada-KU, karena AKU lemah lembut dan rendah hati (Mat 11:29) Pada suatu hari ada seorang pengkhotbah tamu yang menyampaikan firman Tuhan dengan luar biasa, sehingga banyak jemaat yang mendapat berkat dari setiap hal yang disampaikan.   Seusai kebaktian, tiba-tiba sang pengkhotbah tersebut dihampiri oleh seseorang jemaat yang hendak menyatakan terima   kasihnya kepada sang pendeta.   Pak Pendeta , “Khotbah Anda sangat bagus dan memberkati saya, tidak seperti biasanya pendeta saya kalau berkhotbah,   banyak hal-hal yang sudah disampaikan diulang kembali sehingga saya merasa setiap kali saya datang ibadah tidak mendapat berkat dari apa yang disampaikan.   Saya tidak bisa belajar banyak dari beliau, serasa apa yang dia sampaikan sudah saya ketahui semuanya”   Ucapnya.    Tetapi pendeta tersebut bertanya kepada jemaat tersebut, “Pak betulkah bapak tidak bisa belajar sesuatu dari pendata bapak?”   Betul Pak!, jawabnya. ...

Yesus Sang Hamba Yang Melayani

Markus 10:35-45 Hari ini kita mempelajari firman Tuhan yang bertemakan “Yesus Sang Hamba yang Melayani”.   Yang dilatar belakangi oleh permintaan dari Yakobus dan Yohanes tentang duduk dalam kemuliaan Yesus kelak, yang seorang memohon agar mendapat tempat di sebelah kanan-Nya sedangkan yang seorang memohon agar mendapat tempat di sebelah kiri-Nya.  Dengan memperhatikan Markus 10:35-45, maka ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari   perkataan-perkataan Yesus Sang Hamba yang Melayani itu: 1.    Ia berfokus pada pelayanan, bukan pada duduk dalam kemuliaan (ay. 37, 43) Dalam kerajaan dunia, standar untuk kebesaran adalah duduk dalam kemuliaan, memiliki kuasa, berapa banyak orang yang ada di bawahnya; bisa dikomando, dipanggil dan diperintahnya.   Tetapi dalam Kerajaan Allah, standar kebesaran adalah standar pelayanan.   Kebesaran terwujud bukan dengan mengecilkan orang lain demi melayani kita, melainkan mengecilkan d...