Langsung ke konten utama

Postingan

Mutiara Kehidupan

Kehidupan yang kita jalankan menyimpan banyak mutiara yang tak terkira. Banyak orang terlalu sibuk mencari harta karun dan harta terpendam agar mereka bisa menikmati hidup dan merayakannya. Namun satu alasan yang mestinya membuat kita berbeda dari mereka yang tak beriman pada Kristus kita menjalani hari bukan untuk mengejar dan mencari mutiara-mutiara yang ada di luar sana. Namun pada titik yang terpenting bagaimana mutiara itu bisa kita koleksi dan memampu kan kita untuk berbahagia dan berjalan dengan pasti. Kristus telah mendatangkan mutiara yang tiada tara, Ia memberikan hidupnya untuk kehidupan kita sehingga kita dapat menjalani hidup dengan penuh warna dan tak terbantah. Ketekunan sebagai orang percaya memampukan kita untuk mengisi hidup tidak dengan ruang hampa namun dengan aktual di setiap area. Mutiara kehidupan tak sekedar menjelajah dunia dengan penuh kisah tawa dan canda, namun dengan penuh perjuangan dan rintangan bahkan jalan sulit namun ditengah air...

Usia Bertambah

Bertambahnya usia adalah hal yang sangat istimewa meski tak selalu dirayakan dengan pesta dan kemewahan namun setidaknya kita diingatkan lagi tentang kapan kita lahir ke dalam dunia serta perjuangan seorang ibu dan ayah yang luar biasa. Hidup memang memiliki titik awal yang penuh gembira dan kita disambut dengan sukacita. Setiap hari kita bertumbuh semakin kuat secara fisik, mengenal kata setidaknya bisa panggil papa dan mama. Bila ulang tahun pun tiba kita mu lai merasa ada pertambahan usia, di dalamnya kita senang karena ada ucapan, perhatian dan hadiah istimewa, tak heran momentum bahagia itu dirayakan oleh keluarga bahkan saudara dan teman-teman. Akibatnya orang-orang disekeliling kita turut gembira. Namun pernahkah kita mulai berpikir? siapakah yang memberikan pertambahan usia dan kenapa Ia memberikannya? Kita hanya tahu momentum itu, namun lupa untuk melihat bahwa ada seseorang yang memberikan momentum itu bagi kita. Entah kenapa kita senang sekali saat be...

Memaknai hari

Hari terus berjalan dan tak henti, ia bagaikan roda yang terus berputar menuju arah yang pasti. Namun seringkali kita merasa berjalanan dalam rutinitas yang menjemukan karena kita kira sedang berada di tempat yang sama. Bagun, beraktivitas, makan minum dan tidur namun usia terus bertambah dan jam demi jam terus bergerak. Siapa sangka hidup ini terus berubah dan menjadi tua. Tiba-tiba ada yang lahir dan tiba-tiba ada yang mati. Serasa baru kemarin kita bersama d an menikmati hari-hari yang ada. Memaknai hari memang tak mudah bila kita tak bijak. Roda kehidupan terus berputar, namun apakah di sana kita dapat menangkap kebahagiaan dan kasih Tuhan. Ingatlah di dalam hari yang kita jalani di sana ada kesempatan, di sana ada waktu yang berharga serta ada kasih Tuhan yang istimewa. Gairah kita bukan saat kita bisa melaluinya dengan baik tetapi saat kita bisa memaknai dan menaruh makna dalam kehidupan. Tak masalah bahwa suatu saat kita akan berlalu namun setidaknya seti...

Memelihara Kesatuan

Dan berusahalah memelihara kesatuan   Roh oleh ikatan damai sejahtera:   satu tubuh,   dan satu Roh,   sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,   satu Tuhan,   satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua,   Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.   Efesus 4:3-6 Menjadi suatu hal yang sangat penting ketika berbicara tentang kesatuan. Persatuan adalah kekuatan sementara perpisahan atau perceraian adalah kelemahannya. Namun yang menarik adalah kesatuan orang percaya bukan dilakukan dengan kekuatan usaha manusia namun semata karena karya Kristus di kayu salib. Itu sebab Paulus mengingatkan bahwa perbedaan karunia tidaklah harus menjadi penyebab kerenggangan atau keterpisahan namun kuasa Roh yang telah memberikan karunia itu justru harus menjadi kekuatan yang menyatukan. Memang jebakan yang paling mudah adalah ketika berbeda kita merasa perlu untuk m...

Kekristenan yang bertumbuh

Pertumbuhan merupakan suatu taget dari kehidupan Kristen.  Ketika seseorang menerima Tuhan Yesus Kristus, maka sejak itulah ia harus mengalami suatu pertumbuhan iman.  Sehingga ada istilah pertumbuhan gereja yang sebetulnya memiliki makna bukan gereja dalam arti bangunan, organisasi atau jumlah kegiatannya tetapi pertumbuhan orang-orang di dalamnya.  Dan itu melingkupi jemaat, pengurus termasuk pelayanan atau hamba Tuhan di dalamnya.  Ketika orang-orangnya banyak dalam kuantitas tetapi tidak bertumbuh dalam kualitas maka sebagai pemimpin gereja saya rasa menjadi sangat perlu bagi gereja untuk segera berbenah diri dan mengarahkan tiap-tiap orang pada pertumbuhan seperti yang Ia kehendaki. Pada siapakah gereja harus bertumbuh? Gereja harus bertumbuh pada pengenalan yang dalam akan Dia, pelayanan yang berfokuskan Dia dan kebanggaan akan Dia.  Bagaimana Kekristenan menghidupi firman Tuhan dalam hidupnya, melayani Dia, hidup benar dalam setiap ruang lingkup ke...

Kekristenan yang berbuah

Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. " Yohanes 15:1-2. Menjadi Kristen bukan hanya sekedar berakar namun harus bertumbuh dan berbuah. Berbuah adalah ciri khas dari Kristen yang sejati. Ia tidak kerdil dan hanya bangga dengan daun yang lebat atau cabang yang banyak. Kebenaran selalu menjadi kekuatan dalam buah yang dihasilkan jadi bukan buah yang palsu atau dibuat-buat. Karena itu setiap kebenaran yang dimunculkan merupakan ciri sang Bapa yang adalah pengusaha itu. Itu sebab pokok anggur tidak boleh dipisahkan dari pengusahanya. Kehidupan pokok anggur sangat bergantung penuh padanya. Dalam hal ini Yesus ingin menyadarkan orang percaya bahwa tanpa pengusaha, pokok anggur tak mungkin menghasilkan buah yang penuh kualitas. Allah meri...

Kekristenan yang Berakar

Menjadi Kristen tentu tidak cukup hanya sekedar datang ke gereja, beribadah, mendengarkan khotbah, memuji Tuhan melalui puji-pujian atau melakukan aktivitas gereja lainnya sehingga kita merasa sudah cukup puas dan nyaman di sana. Namun pertanyaannya adalah apakah kita sudah menjadi orang Kristen yang berakar kuat, sehingga tak kala berbagai masalah, tantangan dan aniaya serta pengajar sesat itu datang kita sudah siap untuk menghadapinya. Berbicara ten tang berakar berarti berbicara tentang kedalam persekutuan pribadi kita dengan Tuhan yang kita percaya. Kita betul-betul mengenal Dia, mengerti firman-Nya dan berjalan seturut kehendak-Nya. Jadi bukan soal berapa banyak aktivitas rohani yang kita ikuti tetapi berbicara seberapa kuatkah kita menikmati persekutuan dengan-Nya di hari-hari hidup kita. Semakin dalam persekutuan kita dengan-Nya itu menjadi semakin lebih baik dan sehat. Iman kita tak sekedar iman yang recehan, di dasarnya saja, namun masuk sampai pada tit...