Langsung ke konten utama

Postingan

Kesukaan Natal

"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera   di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Lukas 2:14 Setiap kali merayakan Natal, kita di bawa pada suasana dan kondisi Natal.  Acara apa pun di dalam gereja dan di luar gereja dilakukan untuk menyemarakkannya.  Entah berapa kali kita sudah merayakan acara natal? Namun pastinya yang membuat kebanyakan orang senang merayakannya adalah karena di hari Natal, kita mengharapkan hadiah, mengharapkan baju yang indah, makanan yang enak dan dekorasi yang wah. Semangat Natal, telah menjadi panggung hiburan yang ditunggu dan bagi sebagian orang sebagai tempat untuk mendulang keuntungan.  Entah apa yang benar? Namun pesan dari sang Malaikat itu kepada gembala-gembala yang dipadang serasa sudah sangat jelas bahwa sukacita Natal adalah bagi mereka yang menunggu hadirnya kasih Allah di dalam dunia ini melalui kehadiran Kristus sang Juruselamat itu. Karena itu merayakan Natal, tidak sama den...

Kalkulasi Untung Rugi

Disetiap dimensi kehidupan setiap orang sering berhitung tentang untung atau rugi. Bila untung dijalani dan bila rugi maka berhenti. Tak ada orang yang rela rugi semua orang ingin untung. Untung dianggap rejeki sementara rugi dianggap buntung. Nilai materi menjadi takaran di sana. Setidaknya kuantitas menjadi bertambah dari sebelumnya. Memang betul di dalam dunia usaha semuanya itu berlaku dan harus terjadi. Namun bagaimana dengan dunia sosial? Yang memang tidak ada yang dijual agar orang membelinya dan agar dia mendapat untung. Menariknya untung rugi pun menjadi takaran yang harus terjadi di sana. Dunia religi pun tak mau kalah. Dari agama yang kita anggap tidak benar sampai kepada agama yang kita anut sekalipun untung rugi tetap menjadi penentu. Siapa yang untung dan siapa yang rugi menjadi tak jelas. setiap orang datang kepada Tuhan ingin sesuatu yang menguntungkan, dengar saja perkataannya saat pulang dari gereja, "aku tadi gak dapat apa-apa"...

Modal Berani

Modal berani seakan sudah menjadi aksi trend masa kini. Bahkan seakan siapa yang paling berani dialah pemenangnya. Lihat saja gaya manusia di jalan raya, siapa yang berani duluan marah itulah yang menang tak penting benar atau salah. Yang lebih mengherankan modal berani tak hanya ada di jalanan namun kini masuk ke media sosial entah apa yang ada dalam pikirannya; berani tampil tak senonoh, berani berkata tanpa makna dan berani mengkritik, memaki-maki orang tanpa sadar diri dan inilah dunia kita. Tak usah jauh dunia politik pun sudah diracuni dengan modal berani. Tak perlu disebutkan baik yang pro maupun yang kontra seakan bersikap membabi buta, tak penting benar atau salah, baik atau tidak, yang penting si A, tidak terpilih untuk priode berikutnya. Baju agama pun tak mau kalah, dengan aksinya mengumbar rasis dari tempat sucinya, bersuara lantang dan tak kenal malu. Entah dari mana asal ayatnya itu tak penting, yang penting hasratnya sudah digemakan. Baju agama me...

Engkaulah El-Roi

Di dalam bukunya A Grief Observed, C.S. Lewis pernah membagikan pengalaman bagaimana ia bergumul dan berdoa kepada Tuhan agar istrinya Joy, yang sangat dikasihinya itu disembuhkan dari penyakit kankernya.   Namun ternyata Tuhan menjawab “Tidak.”   Kematian istri tercinta memunculkan kepedihan yang mendalam, ia mengalami suatu keadaan kekecewaan yang begitu luar biasa.   Bagi Lewis kepedihan itu merupakan suatu tantangan yang sangat kuat bagi imannya.   Namun hal itu tidak menghancurkan imannya kepada Tuhan melainkan hal tersebut memaksa dia untuk lebih ingin mengenali siapa Tuhan itu sebenarnya dan apa kedudukan-Nya dalam hidupnya.   Di satu sisi ia merasa selama ini dia telah mengenal Tuhan, namun pada sisi yang lain ia merasa sangat sulit memahami siapakah Dia sebenarnya? Hal ini menyadarkan kita tentang suatu sikap yang perlu bahwa betapa pun kita kecewa pada Tuhan ketika mengalami suatu keadaan di mana rasanya Allah tak mudah di mengerti dan seakan...

Bahagia orang Saleh

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. Mazmur 16:11 Jalan kehidupan adalah jalan yang digemari banyak orang. Bahkan manusia ingin hidup enak dan menikmati banyak hal, walau hanya sesaat.  Ruang untuk membahagiakan diri sangat terbuka luar di dalam dunia ini.  Sikap iman dan mampu mengontrol diri sangat dibutuhkan.  Pertolongan Tuhan untuk menjaga setiap dimensi kehidupan kita memang hal yang diperlukan.  Dalam seruannya Daud dengan kuat berkata agar Allah menjaga dan melindunginya agar hidupnya tidak berlaku seperti orang-orang yang mengikuti allah lain.  Kemegahan dan keinginannya adalah mengikuti tuntunan tangan sang penjunan.  Karena apa yang terjadi pada orang yang menyimpang dari jalan Tuhan sungguh amat menyedihkan, hidup mereka penuh dengan kegelapan dan kejahatan.  Apa yang mereka persembahkan suatu kekejian bagi Tuhan.  Dengan sikap ...

Kondisi Fisik Terbatas, Hidup Berkualitas

Nick Vujicic, bernama lengkap Nicholas James Vujicic, lahir di Brisbane - Australia pada tanggal 4 Desember 1982.  Merupakan anak pertama dari sebuah keluarga Serbia. Ia lahir  dengan gangguan Tetra-amelia langka: tanpa kaki, tanpa kedua lengan  dan dengan dua kaki kecil, salah satu yang memiliki dua jari kaki. Meski terlahir sebagai seorang yang cacat dengan banyak kekurangan ternyata tidak menghalangi seorang Nick Vujicic untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Sempat depresi dan ingin bunuh diri diusia 8 tahun karena saat di sekolah ia sering diejek dan diintimidasi oleh teman-teman sekolahnya namun kemudian dia sadar bahwa hidup ini harus dia syukuri apapun keadaannya.  Nick berdoa sangat keras memohon kepada Allah agar memberinya tangan dan kaki, dan pada awalnya dia mengatakan kepada Allah bahwa, jika doanya tetap belum terjawab, Nick tidak akan memuji Dia tanpa batas waktu. Namun, titik balik penting dalam imannya data...

Menemukan Nilai Diri

Nilai kita tidak ditentukan dari apa yang ada di luar kita tetapi dari sesuatu yang ada di dalam kita. Semakin kita merasa kurang karena sesuatu yang diharapkan datang dari luar maka kita sebetulnya semakin menjadi hampa, ketika materi, penampilan dan gaya hidup dirasa bisa menjadi penambah nilai maka seseorang akan kecewa. Sehingga menurut penelitian Emile Durkheim, terjadinya bunuh diri seringkali terjadi karena seseorang pada titik tertentu mengalami  ketiadaan makna. Tidak ada tujuan hidup, tidak ada kebahagiaan dalam hidup dan akhirnya frustasi. Padahal kita dicipta dengan anugerah rasional, moral dan sosial serta spiritual yang membuat kita tidak sama seperti binatang-binatang atau ciptaan yang lainnya. Karena itu, Yesus menaruh nilai yang kuat pada setiap orang yang percaya, kita hanya dapat menemukan nilai hidup yang sejati di dalam diri-Nya. Dengan jelas Ia berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10)....