Langsung ke konten utama

Postingan

Persembahan Persepuluhan apakah masih relevan?

Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba,  maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung,  setiap yang kesepuluh harus menjadi persembahan kudus bagi TUHAN . Imamat 27:32   "Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh  dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun." Ulangan 14:22   Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Maleakhi 3:10 Di tengah kesibukan atau rutinitas yang dikerjakan dan kebetulan dalam perjalanan ke  gereja, sempat terlintas dalam pikiran saya suatu pertanyaan, "Apakah persembahan perpuluhan masih relevan?" Mungkin bukan hanya saya yang pernah mencoba untuk memikirkan hal ini, banyak o...

Apa yang harus dilakukan bila menemukan barang milik orang lain?

Demikianlah harus kauperbuat dengan keledainya, demikianlah kauperbuat dengan pakaiannya, demikianlah kauperbuat dengan setiap barang yang hilang dari saudaramu dan yang kautemui ; tidak boleh engkau pura-pura tidak tahu. Ulangan 22:3 Pernahkah anda menemukan barang orang lain, baik yang hilang maupun yang tertinggal. Ah, memang tak mudah bagi mereka yang pernah menemukan barang orang lain.  Dikembalikan atau diambil secara diam-diam? Di satu sisi kita merasa itu adalah berkat Tuhan dan di sisi lain kita merasakan suatu ujian.  Namun tak sedikit orang memilih untuk mengambil secara diam-diam dan menganggap yang ditemukan itu sebagi berkat Tuhan. Dan ada juga yang merasa karena itu bukan milik serta haknya, maka dia berusaha untuk mengembalikan.  Suatu hari saya pergi ke salah satu mesin atm berencana untuk mentransfer uang dan tiba-tiba saya menemukan ada uang Rp. 500.000, yang tertinggal di mesin atm.  Wow,...saya begitu kaget.  Uangnya lumayan ba...

Pendapatan Seorang Hamba Tuhan tidak Terpengaruh Dollar

  " TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN , Allahmu. "  Ulangan 28:8 Seorang teman bercakap-cakap dengan saya ditelephone, dan membicarakan tentang bagaimana sulitnya melakukan usaha pada saat ini.  Pasalnya harga rupiah sedang melemah, masuk pada level Rp. 13.000/dollar.  Dan hal ini menyebabkan para pengusahan menjadi sangat terganggu dan mengalami frustasi karena usaha mereka pun terkena imbasnya.  Seolah-oleh melakukan usaha apa pun mengalami jalan buntu, bahkan apesnya bisa mengalami bangkrut. Baginya, mungkin lebih enak usaha air isi ulang, karena tidak terpengaruh dollar, katanya.  Dan secara spontan dia berkata, "kalau hamba Tuhan mah, pendapatannya tidak terpengaruh oleh dollarkan Pak?"  Iya juga sih,..hehehee sahutku.  Memang si gak terpengaruh dollar, tapi kalau usaha Jemaat mandeg ya, terpengaruh juga...

Memilih untuk tidak pergi ke Gereja tetapi memilih berada di pelataran Tuhan

Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain;  lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. Mazmur 84:10 Pergi ke gereja setiap hari Minggu tentu sangat penting dan banyak manfaatnya.  Firman Tuhan bahkan meminta kita untuk melakukannya.  Namun sebenarnya yang terlebih penting adalah apakah ketika kita berada di dalam gedung gereja, kita sudah tinggal di pelataran Tuhan? atau jangan-jangan kaki menginjak gereja tetapi hati dan pikiran berada di tempat lain.   Pengalaman yang menarik yang saya rasakan ketika pada hari Minggu, 22 Maret 2015, kebetulan pada hari itu saya mengambil cuti dan memilih untuk tidak pergi ke gereja mana pun.  Namun saya, istri dan anak memilih untuk melakukan persekutuan di rumah saja.  Saya yang bermain musik dan menyampaikan renungan dan anak saya yang berumur 5 tahun yang memimpin beberapa pujian sementara istri sebagai jemaat simpa...

Tahun Baru, Bertolak ke Tempat yang Dalam

" Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan " Lukas 5:4. Salam dinamis di dalam gerakan pemuridan Christosent! Menyambut tahun baru dengan semangat dan sukacita yang baru adalah cara yang terbaik sebagai anak Tuhan. Di dalam tahun yang baru ini, rhema firman Tuhan yang saya terima dan yang membuat saya terus bergairah dalam melayani-Nya adalah karena pesan Tuhan Yesus, yang berkata " bertolaklah ke tempat yang dalam ". Semua yang telah dikerjakan di tahun 2014 patut disyukuri karena semuanya berjalan dengan anugerah Tuhan yang sempurna. Namun tentu jangan berpuas diri karena Tuhan masih mempunyai banyak agenda yang perlu diselesaikan. Sehingga dengan kasih Ia mengajak kita untuk bertolak ke pelayanan, pekerjaan dan persekutuan dengan-Nya lebih dalam lagi . Memang semuanya tidak mudah dan kita bisa saja berkata kepada Tuhan. Telah sepanjang tahun kami bekerja dan melayani, toh hidup kami dan pelayanan k...

Hidup menurut standar Allah

Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku     dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah TUHAN, Allahmu.   Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku.   Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya; Akulah TUHAN.   Imamat 18:4 - 5. Hidup menurut standar Allah tidak selalu enak namun dapat dipastikan ketika kita taat berada di sana, dengan segera kita akan tahu bahwa itulah tempat yang tepat. Allah meminta umat-Nya untuk hidup menurut standar-Nya bukanlah tanpa alasan. Ia hendak memanggil umat-Nya agar mempunyai standar hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan standar hidup bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Sehingga Umat-Nya diminta untuk melakukan peraturan-Nya dan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya. Dengan demikian nilai-nilai kerajaan Allah dihidupkan di tengah-tengah bangsa yang tidak mengenal Allah. Dan kehidupan yang mereka hadirkan menjadi berbeda serta berdampak bagi ...

Akibat memandang ringan hak kesulungan

“ . . . . . . . Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.” Kejadian 25:34 Ada beberapa alasan mengapa di dalam Alkitab dicatat bahwa Esau memandang ringan hak kesulungan itu: 1.   Karena dia berkata bahwa hak kesulungan itu tidak ada gunakanya baginya sebab, menurut Esau sebentar lagi dia akan  mati, ayat. 32. 2.     Karena bagi Esau hak kesulungan sejajar dengan makanan dan minuman (kacang merah), ay. 34. 3.       Karena Esau mempunyai nafsu yang rendah, Ibrani 12:16. Penting bagi kita untuk melihat kegigihan Yakub yang berusaha mendapatkan hal kesulungan tersebut dan merebutnya dari Esau. Yakub yang adalah adik Esau justru memandang pentingnya hak kesulungan itu. Dia meminta kepada kakaknya Esau melakukan barter roti dan masakan kacang merah untuk ditukarkan dengan hak kesulungan. Dalam hal ini kita bisa belajar bahwa ketidakmampuan Esau dalam menghargai anugerah Tuhan, bisa saja membuat Esau bernaf...